Play To Win

Play To Win
Level 196 -


__ADS_3

...***...


Smith terkurung di dalam sana. Ia mulai sedikit cemas begitu tidak ada tanda-tanda jalan keluar di manapun.


Astaga, apa yang harus aku lakukan sekarang? pikir Smith. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling berusaha untuk mencari cara agar bisa keluar dari sana dan melanjutkan langkahnya mencari Kane collection yang diincarnya.


Smith bergerak menghampiri dinding dan mencari sesuatu yang mampu mengeluarkannya dari sana. Sialnya, ia sama sekali tidak dapat menemukan apa-apa selain dinding polos yang bahkan tidak memiliki celah sedikitpun.


Benar-benar tidak ada celah. Tapi kalau tidak ada celah, pasti ada cara lain agar aku bisa keluar dari sini. Smith mendongak, ia tersenyum tipis begitu melihat bagian atas ruangan itu mengarah langsung pada langit. Itu artinya, dirinya bisa keluar lewat sana. Namun, yang menjadi pertanyaannya hanyalah satu hal. Bagaimana ia bisa naik ke atas sana sedangkan, dindingnya saja sama sekali tidak memiliki celah untuk dipijaknya.


Smith berusaha mencari ide agar dirinya bisa naik dan keluar dari dalam sana. Ia terus memperhatikan dinding di sekitarnya dan mencari sesuatu yang mampu di jadikan petunjuk olehnya.


Perhatian Smith secara tiba-tiba tersita oleh sebuah benda aneh yang ada di dinding yang letaknya cukup tinggi.

__ADS_1


Ada sebuah ranting pohon kecil yang mencuat di salah satu dinding batu bata yang menjulang menuju keluar.


Merasa ada keganjilan dengan benda itu, Smith berinisiatif untuk mengecek dan memastikannya. Ia segera mencari sesuatu untuk ia gunakan melempari benda tersebut.



Smith mengambil satu batu. Ia melemparkan batu itu ke arah ranting yang dilihatnya. Awalnya gagal, namun ia tidak menyerah dan terus berusaha hingga kemudian lemparannya berhasil mengenai ranting tersebut. Bersamaan dengan arah ranting yang berubah, sesuatu yang aneh terjadi lagi.


Smith melangkah menghampiri dinding, ia mulai memanjat naik secara perlahan-lahan.


"Aku mendapatkannya." Smith tersenyum begitu dirinya berhasil mengambil Kane collection itu. Ia bergegas memasukkan Kane collection yang di dapatnya ke dalam sistemnya. Setelahnya, fokus Smith beralih pada dinding dihadapannya. Di ujung dinding tempat Kane collection semula berada, sebuah jalan mendadak terbuka.


Smith yang melihat itu, lalu merangkak masuk hingga tubuhnya terperosok diantara dinding berbentuk seperti terowongan, merosot jatuh hingga tiba di suatu tempat.

__ADS_1


Smith mendarat dengan selamat dengan kedua kakinya. Ia berdiri di ujung dinding tadi, selanjutnya seluruh dinding itu kembali bergerak menyingkir dari pandangannya hingga menyisakan satu jalan yang menuju ke arah pintu di ujung jalan lurus yang di lihatnya.


Smith melangkah menuju pintu yang ia lihat. Ia masuk ke dalam ruangan tersebut, dan di sana, ia melihat Jackson yang tengah berdiri dan menunggu dirinya.


"Jackson!" teriak Smith membuat fokus Jackson beralih padanya.


"Smith." Jackson mendekat dengan raut wajah senang.


"Kau hanya sendiri? Dimana Joanne?" Smith mengedarkan pandangannya mencari satu-satunya wanita diantara mereka.


"Aku juga sedang menunggunya. Kau sudah mendapatkan Kane collection kedua, 'kan?"


...***...

__ADS_1


__ADS_2