
...***...
"Argh…" Jackson meringis kesakitan saat tubuhnya menghantam keras tanah di sana. Energinya berkurang 50% akibat serangan dari si taring emas.
Joanne beralih memandangnya. "Aku harus melakukan sesuatu! Aku harus mengakhiri semua ini, tapi bagaimana? Apa yang bisa aku lakukan?" Joanne berusaha mencari cara, pikirannya dalam seketika teringat akan sesuatu. Cepat-cepat ia mengeluarkan owl glasses yang sempat dilepasnya.
"Dia pasti memiliki kelemahan, dan aku harus menemukannya!" Gumam Joanne memperhatikan harimau besar itu.
"Sekarang kau milikku!" Harimau itu mengangkat cakarnya tinggi di udara dan bersiap untuk menyerang Jackson yang tersungkur di tanah.
Joanne tak tinggal diam dan bergegas ia menembak si taring emas dengan pistolnya.
Jackson menggunakan kesempatan itu untuk berlari, ia berguling ke arah lain. Meraih pistolnya dan menembak si taring emas.
Ketiganya menyerang bersamaan, si taring emas masih berusaha menyerang Jackson yang lebih dekat dengannya. Namun setiap serangannya berhasil Jackson hindari.
"Energiku hanya tinggal setengahnya lagi saja, kalau aku mengenai serangannya sekali lagi; maka aku akan mati. Aku tidak boleh mati sekarang!" Pikir Jackson seraya terus melompat ke arah lain ketika si taring emas terus menjadikannya sebagai sasaran empuk.
__ADS_1
Jackson berguling, berlari ke tempat yang lebih jauh. Ia mendekat ke arah Joanne dan harimau itu terus bergerak mengikuti arah lajunya.
"Ketemu!" Joanne tersenyum girang. Ia akhirnya menemukan dimana titik lemah si taring emas.
"Kau tidak akan bisa lari dariku!" Si taring emas berteriak keras, tangannya siap untuk mencakar Jackson yang terus berlari ke arah Joanne.
"Lari!" Teriak Jackson tapi telat di dengar Joanne. Jackson berlari hingga ia tersungkur, menabrak Joanne dan jatuh di tanah dengan sangat keras.
"Argh…" Joanne meringis kesakitan saat tubuhnya dihantam keras Jackson.
"Aku dapatkan kalian berdua!" Si taring emas mengangkat tangannya, siap untuk menangkap Jackson dan Joanne dalam cengkeramannya.
"Perutnya!" Joanne memandangi Jackson di dekatnya.
"Apa?" Jackson menaikkan sebelah aslinya.
"Titik lemahnya ada di perut! Kita serang dia bersamaan!" Kata Joanne.
"Baiklah." Jackson mengangguk, ia mengubah posisi tubuhnya dan begitu harimau itu nyaris menyerang mereka; Jackson dan Joanne langsung balik menyerangnya.
__ADS_1
Mereka berdua menembak bagian perutnya bersamaan. Si taring emas mengaum kesakitan, ia bergerak mundur hingga terguling di tanah.
"Berhasil!" Jackson dan Joanne berusaha untuk bangkit. Smith di sana masih menyerangnya, kali ini serangannya berhasil membuat harimau itu terpental jauh ke arah rumah warga yang langsung roboh menumbuhkan kepulan asap dari reruntuhan rumahnya.
Bulan hilang dari pandangan, Smith seketika tersadar; tubuhnya terkulai lemas hingga jatuh terduduk di tanah.
"Smith!" Jackson dan Joanne berlari menghampiri Smith yang kini tersadar, dan duduk di tanah dalam keadaan lemas.
"Kau baik-baik saja?" Joanne dan Jackson terduduk di dekatnya. Smith memandang kedua rekannya bergantian.
"Aku baik-baik saja." Kata Smith yang berusaha mengatur nafasnya yang tak beraturan.
"Syukurlah…" Jackson menghela nafas lega.
Atensi mereka bertiga kembali beralih ketika di dengarnya si taring emas mulai bergerak dan keluar dari reruntuhan bangunan yang di timpanya.
"Tidak akan semudah itu untuk kalian mengalahkan aku," ucap harimau itu dengan keras.
...***...
__ADS_1