Play To Win

Play To Win
Level 105 - Jatuh


__ADS_3

...***...


"Memangnya apa yang ada di belaka— KYAAA—"


BRUKKK!!


Belum sempat Joanne melihat dengan jelas sosok makhluk yang berada di belakangnya, tubuhnya sudah lebih dulu di serang hingga terpental jatuh ke lantai bersama dengan Jackson dan Smith.


Mereka bertiga terpental cukup jauh dari tempat semula mereka berada. Joanne berusaha untuk bangun, memegangi kepalanya yang terasa sakit. Sementara beda halnya dengan Smith yang kini sedang mencari keberadaan makhluk itu yang sudah hilang entah kemana.


"Makhluk apa itu?" Joanne mengedarkan pandangannya.


"Dia hilang," kata Smith.


BRUKKK!!


Jackson melongo. "Teman-teman…" gumamnya menyita perhatian kedua rekannya yang spontan menoleh ke arah Jackson yang berada jauh dari mereka. Benturan yang cukup keras membuat kristal laba-laba dalam tubuh Jackson keluar dan kini tergeletak tak jauh darinya.


Jackson membantu, ia merasakan sesuatu. Lantai yang di pijaknya terasa bergetar seakan mulai keropos.

__ADS_1


"Jackson." Joanne dan Smith bangun bersamaan dan menghampirinya.


KRAKKK!!


Jackson semakin merasakan lantainya bergetar. Kedua rekannya berjalan ke arahnya. Namun belum sempat keduanya tiba di dekatnya, lantai itu spontan terperosok bersamaan dengan Jackson di atasnya.


"AAAA!!!" Jackson berteriak spontan, tubuhnya mulai terhempas dengan begitu cepat.



"Jackson!!!" Teriak Joanne. Gadis itu spontan berhenti bersama Smith; mereka panik bukan main. "Jackson jatuh, apa yang harus kita lakukan?" Kata Joanne cemas.


"Tapi kita tidak mungkin diam saja dan membiarkan semua ini!" Balas Joanne. Mendadak ketika keduanya tengah dilanda cemas, makhluk dalam kegelapan itu kembali menyerang mereka tanpa aba-aba lebih dulu.


Dengan ekornya, Joanne dan Smith lagi-lagi terpental jatuh hingga menghantam dinding kayu.


Joanne meringis kesakitan. Perhatiannya mendadak berganti pada sosok makhluk yang baru saja mengerang mereka saat makhluk itu mendekat menuju cahaya yang keluar dari tubuh Joanne.


Joanne membulatkan kedua matanya spontan. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


Seekor makhluk berbulu lebat, bergigi besar satu di bagian depan dengan mata hitam pekat tengah berdiri dan memandangnya dari jarak yang begitu dekat. Binatang itu berukuran sangat besar, tingginya dua kali lebih tinggi dan lebih besar dari kepala desa di Beast Village.


GLUP!


Ia menelan saliva-nya susah payah, makhluk itu menatapnya dengan pandangan tak bersahabat.


...*...


BRUKKK!!


Jackson mendarat masih dengan posisi yang sama. Rasa sakit semakin terasa jelas menjalar di tubuhnya. Jackson meringis kesakitan, ia bergerak berusaha untuk berdiri dan keluar dari reruntuhan penuh debu itu.


"Uhuk… uhuk…" Jackson terbatuk saat asap mengganggu pernapasannya. Ia menggunakan sebelah tangannya untuk menghilangkan debu yang berterbangan di wajahnya.


Jackson terdiam sejenak begitu ia berhasil mengusir semua debu yang menutupi pandangannya.


Atensinya beralih saat ia menyadari bawa posisinya sekarang ini begitu jauh dari posisi dimana kedua rekannya berada.


"Aku jatuh cukup dalam. Sekarang bagaimana caranya aku bisa naik kembali ke atas sana, sementara kristal laba-laba yang aku gunakan tadi telah keluar dari tubuhku?" Gumamnya dengan suara pelan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2