Play To Win

Play To Win
Level 141 - Usaha Joanne


__ADS_3

...***...


"Aku tahu!" Joanne menjetikkan jari ketika ide cemerlang terlintas di benaknya. Ia sekarang sudah menyusun rencana agar dirinya bisa masuk ke dalam tempat di Griffin dan bergerak mencari Kane Collection yang harus ia dapatkan.


"Waktunya bergerak."


Joanne berjalan mengendap-endap ke arah lain. Ia hendak menjalankan semua rencana yang telah ia susun sebelumnya.


Joanne berhenti di tempat yang telah ia perkirakan sebelumnya. "Aku harus berlari ke sana ketika semua Griffin itu sibuk, setelah itu memanjat menaiki tembok dan melompat ke sudut lain agar bisa tiba di dalam. Begitu tiba di sana, aku harus segera pergi dan bersembunyi di tempat yang aman." Gumam Joanne pelan.


"Oke, aku pasti bisa!" Joanne mengepalkan tangannya.



Ia terdiam sejenak mempertahankan dua Griffin yang berjaga. Satu di udara dan satu lagi di depan pintu masuk.


"Tapi, bagaimana kalau di dalam; ternyata ada Griffin lain yang berjaga?" Joanne memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.


"Berarti mau tidak mau, aku harus melawan mereka semua." Gumamnya.

__ADS_1


"Tidak ada waktu untuk terus berdiam diri di sini. Aku harus selesaikan misi ini secepatnya, setelah itu mencari keberadaan Jackson."


Joanne mengepalkan kedua tangannya. Ia bangun, mengambil ancang-ancang sebelum mulai berlari ke arah tembok yang ada di sana.


"Baiklah, ini saatnya." Joanne memejamkan kedua matanya sejenak, hatinya mulai menghitung dari satu sampai tiga. Baru di hitungan ke tiga, ia langsung berlari sekuat tenaga menuju arah tembok yang ada.


Joanne mempercepat langkah kakinya begitu ia mulai semakin dekat. Matanya menatap ke dua arah secara bergantian.


"Penjaga depan, aman." Pikirnya seraya terus berlari.


Matanya beralih menatap penjaga di udara. Griffin itu terus bergerak di udara, berjaga-jaga kalau-kalau dirinya datang dari segala arah. Beruntung Griffin itu tak menyadari Joanne yang berlari menuju arah tembok.


Joanne yang tak fokus berlari, membuatnya secara tidak sengaja tersandung batu dan jatuh ke tanah dengan suara yang cukup keras.


"Suara apa itu?"


"Ayo kita cek!"


Samar-samar Joanne dapat mendengar suara dua Griffin yang berjaga di pintu depan.

__ADS_1


"Gawat!" Pekik Joanne dalam batinnya. Joanne cepat-cepat berguling, melakukan roll depan agar bisa cepat sampai di dekat tembok. Tiba di sana, ia segera merapatkan tubuhnya ke dinding yang ada untuk menghindari mereka berdua.


Dua Griffin tiba di tempatnya jatuh, mereka tampak kebingungan saat menyadari tak ada siapa-siapa di sana.


Joanne mendongak, "hanya tinggal satu lagi. Aku harus memanjat ke atas tanpa di ketahuinya." Batin Joanne.


"Tidak ada siapa-siapa."


"Tapi sepertinya ada yang baru saja jatuh. Lihat ini!" Griffin lain menunjuk ke arah tanah yang menampakkan jejak tubuh Joanne ketika gadis itu terjatuh.


"Ada yang baru saja jatuh."


"Dia pasti belum jauh dari sini, ayo cari. Siapa tahu dia adalah perempuan yang kemarin!"


"Ayo!"


Kedua Griffin itu mulai bergerak. Joanne mulai panik, ia mulai cemas kalau mereka berdua menyadari kehadiran dirinya yang berada di dekat tembok yang ada.


Joanne mendongak untuk yang ke sekian kalinya. Griffin itu masih terus terbang di sekitar sana, bergerak mondar-mandir bagaikan setrika panas.

__ADS_1


"Aku harus mengalihkan perhatiannya." Pikirnya.


...***...


__ADS_2