
...***...
"Apa yang harus aku lakukan?" Joanne bergumam pelan, ia melangkah mondar-mandir di dalam kamar yang di isi oleh dirinya dan kedua rekannya yang kini tengah tertidur lelap.
Joanne menggigit kuku jempolnya menandakan keresahannya yang semakin menjadi.
Ia mendadak berhenti, menatap ke arah jendela yang kini menampakkan malam dengan bulan purnama yang menembus masuk ke dalam kamar mereka.
"Aku tidak bisa tinggal diam saja," gumamnya pelan.
Ia menoleh ke arah kedua rekannya bergantian. "Maafkan aku teman-teman, tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi."
...*...
Dalam kegelapan ia terus berjalan dengan keempat kaki berbulunya, langkahnya tampak berat karena beberapa hari menahan rasa lapar akibat tidak cukup mendapatkan santapan.
__ADS_1
Ia menghentikan langkahnya duduk di tanah dekat beast village yang tampak sudah kembali seperti semula semenjak kunjungan terakhirnya ke desa para beast itu.
"Aku lapar…" gumam harimau itu yang kini meratapi tempat dimana para mangsanya itu berada. Ia ingin masuk dan mengobrak-abrik tempat dihadapannya, sayangnya. Pelindung sihir yang terpasang di desa itu terlalu kuat, kalau ia paksakan menerobos masuk maka tubuhnya akan terluka. Ditambah lagi kekuatan dari permata landak agung bukanlah tandingannya.
"Aku ingin seekor beast… satu rusa tanduk cahaya saja tidak cukup untuk santapanku. Apalagi mereka terlalu sulit dihadapi karena tanduk beracun nya yang tak bisa aku hindari… mereka selalu tahu cara menyerang balik," gumamnya dengan raut wajah murung.
Harimau itu terdiam sejenak, ia terus memandangi tempat para beast itu tinggal. Dengan perut yang tengah keroncongan ia berharap Tuhan memberikannya keajaiban untuk menghilangkan sebentar saja pelindung yang menjaga beast village agar ia bisa masuk dan memakan salah satu diantara mereka.
"Aku ingin yang paling gemuk…" pikirnya.
...*...
Begitu merasa semuanya dalam keadaan yang benar-benar aman, Poo segera melangkah keluar dari dalam kamarnya dengan sangat perlahan.
Ia menutup pintu kamarnya rapat, berjalan sepanjang teras agar bisa tiba di tempat yang ditujunya.
Poo menghentikan langkahnya seketika saat ia melihat beberapa beast yang terbangun dan tengah menikmati malam yang indah di halaman belakang, tepat di tempat dimana ia tinggal.
__ADS_1
"Sial. Kenapa mereka belum tidur?" Gerutunya pelan.
Beberapa beast duduk dan berkumpul dihalaman, mereka sedang menikmati malam yang indah dengan ditemani api unggun yang menyala dihadapan mereka.
Sesekali mereka terdengar tertawa, bernyanyi dan menari di bawah cahaya bulan yang indah.
Poo tak bisa berkutik, ia tidak akan bisa pergi dengan aman menuju tempat yang ditujunya.
"Aku harus memikirkan jalan lain." Pikirnya yang kemudian pergi ke arah lain untuk mencari jalan.
...*...
Smith bangun dari tidurnya ketika rasa sakit ia rasakan di area sekitar gigitan zombie-nya beberapa waktu lalu.
Ia bangun dan duduk di ranjang tidurnya, memegangi bagian lukanya yang masih belum sembuh sepenuhnya.
"Argh…" Smith meringis kesakitan, ia mulai merasakan kalau dirinya hampir berubah menjadi zombie seperti beberapa waktu lalu.
__ADS_1
Cepat-cepat ia mengeluarkan suntikan berisi cairan anti virus yang diberikan oleh Joanne ketika pertama kali ia tahu kalau Smith terkena gigitan dari zombie.
...***...