Play To Win

Play To Win
Level 126 - Laurence


__ADS_3

...***...


"Aku tidak dapat menemukan keberadaannya sama sekali," gumam Joanne yang baru saja kembali ke tempat semula mereka berpisah.


Sudah berjam-jam semenjak mereka memutuskan untuk berpencar mencari Jackson, tapi setelah mencari ke segala penjuru gunung; mereka tak kunjung menemukan keberadaan Jackson ataupun sarang si elang besar yang mereka lihat.


"Kalau dia tidak di sini, lalu kemana elang itu membawanya?" Smith terdiam sejenak berusaha memikirkan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.


"Mungkin saja dia membawa Jackson pergi ke tempat lagi. Mungkin saja dia hanya melintas," ucap Joanne yang kemudian mengambil duduk di tanah. Kakinya terasa pegal akibat terlalu banyak berjalan kesana-kemari mencari Jackson yang bahkan tak dapat mereka temukan sama sekali.


"Kalau elang itu tidak membawa Jackson kemari dan hanya melintas, itu berarti kita bisa melihat setidaknya sarangnya dari sini." Smith menghampiri tepi tebing, mengedarkan pandangannya mencari sarang yang mereka maksud.


"Oh, aku baru ingat." Joanne menyalakan layar sistem di hadapannya, ia kemudian mengambil owl glasses-nya dan mengenakannya.

__ADS_1


"Aku akan coba mencarinya dengan owl glasses-ku." Katanya yang kemudian memasang owl glasses-nya dan mulai mencari keberadaan Jackson di sekelilingnya. "Dengan kacamata ini, aku bisa melihat apa yang tidak terlihat." Gumam Joanne pelan.


"Bagaimana?" Tanya Jackson setelah beberapa saat Joanne menatap ke sekeliling. "Kau menemukannya?"


Joanne menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, aku tidak bisa menemukan keberadaannya sama sekali." Joanne menoleh pada Smith dengan raut wajah murung.


"Ternyata owl glasses, tidak bisa di gunakan untuk mencari Jackson juga." Sambungnya.


"Kalau begitu lebih baik kita beristirahat. Malam hampir tiba, kita bangun tenda di sini setelah itu kita mencari buah-buahan untuk makan malam." Smith beranjak.



...*...

__ADS_1


Jackson terdiam. Ia sudah lelah terus berjalan dan mencari sarang si elang yang tak kunjung dilihatnya.


"Dalam sistemku tertulis kalau ini adalah sarang si elang, tapi aku tak dapat menemukan sarangnya di manapun," gumamnya.


Jackson duduk di tepian, menatap ke arah barat dimana mentari mulai bergerak turun secara perlahan. Langit indah yang semula berwarna biru, perlahan berubah warna menjadi jingga yang warnanya semakin jelas kala mentari semakin condong ke barat.


"Aku jadi kesepian tanpa Joanne dan Smith. Tidak ada orang yang bisa aku ajak bicara maupun aku ajak berdiskusi."


"Andai saja… mereka ada di sini, kita pasti sudah menyelesaikan misi ini."


Jackson menundukkan kepalanya, raut wajah murung terlihat menghiasi wajahnya. Ia mulai merasa bosan karena tidak ada orang yang bisa diajaknya bicara sejenak berjam-jam lamanya.


"Oh, tunggu… Laurence!" Jackson berubah senang. Jackson baru ingat kalau ia bisa memanggil si kakek tua roh penjaga alias Laurence untuk diajaknya mengobrol dan berdiskusi. Lagipula si kakek tua adalah penjaga yang kenal dengan penjaga lain, bisa di pastikan kalau dia tahu dimana letak Kane Collection yang di darinya.

__ADS_1


Jackson segera memanggil si kakek tua dan mengeluarkannya dari tempat semula. Setelah ia keluar, mereka mengobrol banyak hal.


...***...


__ADS_2