
...***...
"Mulai sekarang benda ini akan aku taruh di tempat yang lebih aman, agar tidak ada lagi beast yang berusaha mencurinya dariku!" Kepala desa itu tampak kesal, ia menggenggam kotak berisi liontin permata landak agung di dalamnya yang telah berhasil kembali ke tangannya.
"Ayah harus menyimpannya di tempat yang lebih aman agar Poo dan Lulu tidak terus berusaha mencurinya lagi dari kita. Mereka berdua sudah benar-benar terhipnotis dengan keindahan permata itu!" Kata si betina merah muda itu.
"Aku akan melakukannya."
...*...
"Tapi kira-kira, kenapa harimau itu tampak begitu takut dengan liontin itu? Apakah ada sesuatu yang membuatnya begitu takut? Padahal itu hanyalah sebuah liontin." Jackson menaikkan sebelah alisnya bingung.
__ADS_1
"Itu bukanlah liontin biasa." Willy mendadak bangun, Joanne membantunya untuk bangun dan duduk dengan posisi yang benar. "Kau harus istirahat." Kata Joanne.
"Aku baik-baik saja." Willy terduduk.
"Apakah kau tahu sesuatu mengenai liontin itu?" Smith kembali mengalihkan topik.
"Dahulu kala bukan hanya kami yang menjadi buruan dari si taring emas itu. Karena si taring emas suka sekali memakan daging segar, dia sering menjadikan makhluk lain di sekitarnya sebagai santapannya juga. Hingga kemudian, si taring emas itu terlibat masalah dengan landak agung. Si taring emas hendak menjadikannya sebagai santapan, tapi sepertinya yang banyak diketahui… landak agung memiliki punggung berduri yang begitu tajam. Apalagi landak agung bukanlah landak biasa, duri-duri tajam di tubuhnya tampak seperti permata yang begitu berkilauan, warnanya putih dan begitu cantik, selain begitu memikat mata; di duri yang terdapat di punggungnya itu juga terdapat racun yang begitu mematikan yang akan melumpuhkan musuhnya dalam seketika. Si taring emas sampai terluka berbulan-bulan akibat serangan landak agung, sejak saat itu dia enggan berurusan lagi dengannya. Apalagi lukanya tak dapat di sembuhkan dengan obat-obatan biasa." Jelas Willy panjang lebar.
"Tapi bukankah setelah landak agung itu mati, dan hanya menyisakan kristal tubuhnya saja; berarti tidak ada yang perlu dia takutkan lagi?" Jackson masih tidak paham.
"Begitu rupanya…" gumam Joanne.
BRAKKK!!!
__ADS_1
Tiba-tiba saat tengah berbincang, pintu masuk di buka dengan sangat kasar. Perhatian keempatnya spontan berpindah pada pintu masuk yang kini menampakkan si beast garang yang datang bersama anak buahnya; menyeret dua beast betina lain yang telah mereka ikat ke dalam sana kemudian di dorong hingga tersungkur jatuh di lantai.
Kedua beast betina itu dalam keadaan menangis. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.
"Kalian tidak akan pernah bisa lolos lagi!" Si garang itu berteriak keras.
Joanne, Jackson, dan Smith menatap ke arah dua beast betina itu dengan raut wajah terkejut. Begitu juga dengan Willy yang tampak terkejut bercampur bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa ini?" Tanya Jackson.
"Mereka yang selama ini sudah berusaha mencuri liontin itu!" Tunjuk si garang yang berhasil membuat Willy dan yang lainnya terkejut.
"Tunggu… aku merasa familiar dengan wajahmu."
__ADS_1
...***...