
...***...
"Kenapa tidak sejak tadi kau sadar diri bahwa sejak tadi kau itu tidak berguna duduk di sini?" Ucap Jackson sarkas.
"Aih, menyebalkan!" Gerutu Joanne, sementara yang mendengar ucapan Jackson hanya bisa terkekeh. "Sudahlah, ayo pergi!" Joanne menggiring kedua beast itu pergi dari sana untuk mencari keberadaan Willy yang entah ada di mana.
...*...
Joanne, dengan ditemani Poo dan Lulu; melangkah menuju arah dimana Willy berada.
Setelah mencari ke hampir seluruh sudut desa dan tak kunjung menemukan keberadaan Willy, akhirnya mereka menemukan jejaknya. Ada salah satu penduduk yang tahu dimana keberadaan Willy dan mengatakan kalau beast itu sedang pergi ke tempat mata air tak jauh dari desa.
Mereka bertiga lalu pergi untuk menemuinya dan memanggil beast itu untuk memotong-motong tubuh rusa yang hendak mereka bakar.
Ketika di perjalanan, mereka melintas ke sebuah bangunan tua nan usang yang terbuat dari kayu. Bangunan itu tampak seperti sebuah gubuk tua yang sempit dan reyot. Bagian pintunya sedikit terbuka, menampakkan isinya yang tidak terlalu terlihat dengan jelas.
__ADS_1
Di sisi kiri dan kanannya di tumbuhi oleh tanaman yang sudah sangat lebat dan tampak tak terurus.
"Tempat apa ini?" Tanya Joanne begitu ia melihat bangunan itu, jujur saja baru pertama kali ia melihat ada bangunan tua ini di desa.
"Huh? Oh, ini hanyalah ruang persembunyian. Kalau si taring emas itu memburu kami; kami selalu berlari kemari." Lulu menjelaskan.
"Benar. Tapi aneh, kenapa pintunya terbuka?" Poo mendorong perlahan pintunya hingga terbuka lebih lebar lagi.
Joanne jadi dapat melihat ruangan di dalamnya. Yang dapat Joanne lihat hanyalah sebuah ruangan sempit yang kemudian ujungnya mengarah pada sebuah tangga turun.
"Jangan-jangan ada penyusup yang masuk dan berusaha untuk mengambil Kane Collection kita!" Poo tampak cemas.
Joanne tertegun, "Kane Collection dia bilang? Itu berarti yang kami cari selama ini ada di sini?" Joanne ikut mengolok ke dalam.
"Ayo kita cek dan pastikan. Jika ada yang mencurigakan segera kita laporkan ini pada kepala desa!" Tutur Lulu.
"Iya. Ayo!" Poo melangkah bersama dengan Lulu dan Joanne di hadapannya. Mereka berjalan menuruni anak tangga hingga menemukan ruangan bawah tanah.
__ADS_1
Mereka menyusuri lorong yang gelap, di sisi kiri dan kanan lorong itu di hiasi oleh kristal ajaib yang bersinar dan mengapung di udara.
Kristal itu menghiasi bagian atas lorong, dan berjajar di setiap lorong yang mereka lewati.
"Ini adalah ruang persembunyian kalian?" Gumam Joanne seraya menatap satu persatu kristal yang bersinar itu. Entah kenapa Joanne merasa kristal itu mirip dengan kristal rusa tanduk cahaya yang mereka dapatkan.
Langkah ketiganya berhenti di sebuah ruangan, di sisi lain ruangan terdapat sebuah pintu lain yang terbuka; membuat sinar matahari menerobos masuk ke dalamnya.
Joanne, Poo dan Lulu berdiri di ambang pintu dan mengintip. Di dalam sana mereka bertiga menemukan seorang beast besar yang tidak lain adalah kepala desa yang sedang berdiri dengan menggenggam kotak berisikan Kane Collection di dalamnya.
"Kepala desa?" Gumam Lulu pelan.
"Kenapa kepala desa ada di sini?" Bisik Poo disampingnya.
"Sepertinya dia sedang mengecek Kane Collection dan melakukan perawatan seperti biasanya," sahut Lulu. Poo terdiam.
...***...
__ADS_1