
...***...
"Jadi ini yang kalian incar selama ini dan alasan kenapa kalian tetap di sini?" Ucap kepala desa yang kini menatapnya dengan raut wajah kesal.
"Kami bisa jelaskan yang sebenarnya…" Jackson berusaha menjelaskan, sementara Joanne kini memeluk kotak berisi Kane Collection yang telah ia temukan.
"Tangkap mereka!" Titah si kepala desa yang langsung membuat si garang itu bertindak bersama dengan anak buahnya.
"Tidak! Kami bisa jelaskan yang sesungguhnya!" Jackson masih berusaha membuat kepala desa itu mendengarkan ucapan mereka, tapi belum sempat ia kembali berbicara beast-beast bertubuh besar itu sudah lebih dulu memukul mereka hingga tidak sadarkan diri.
...*...
Harimau itu mendongak ketika hidungnya secara tidak sengaja mencium aroma menusuk yang begitu harum.
Perutnya semakin keroncongan, ia bergerak pelan ke arah lain untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam desa sana.
__ADS_1
"Daging panggang… tampaknya lezat…" gumam harimau itu seraya menjilati bibirnya yang nyaris meneteskan air liurnya melihat beberapa orang yang kini berdiri di tengah kobaran api yang begitu besar dengan posisi terikat.
...*...
Joanne membuka kedua matanya ketika ia merasakan tubuhnya seakan terbakar oleh rasa panas yang begitu menyengat.
Ia terbelalak saat mendapati kobaran api di sekelilingnya, di samping dirinya Jackson dan Smith berdiri sama dengan dirinya. Terikat pada tiang di belakang yang membuat mereka tidak bisa bergerak.
Di sekelilingnya, para beast berdiri dan memperhatikan mereka. Yang paling menyita perhatian Joanne adalah kepala desa yang berdiri di samping anaknya yang kini memegangi kotak berisi Kane Collection yang telah mereka ambil.
"Apa yang terjadi? Apa yang akan mereka lakukan? Mereka akan membakar kami hidup-hidup?" Pikir Joanne.
Smith dan Jackson tersadar, ia sama terkejutnya dengan Joanne sebelumnya saat melihat kobaran api yang kini menyelimuti mereka.
"Lepaskan kami!" Jackson berteriak seraya memberontak.
"Aku mohon lepaskan kami!" Joanne ikut berteriak, matanya mulai berkaca-kaca ketika asap dari api itu terus mengganggu penglihatannya, ditambah lagi penyesalan yang menyelimutinya membuat Joanne semakin berlinang air mata.
__ADS_1
"Kalian harus mati! Ini adalah hukuman yang setimpal karena telah berani menipu kami dan mencoba mencuri Kane Collection yang kami jaga!"
"Kalian salah paham! Kami tidak bermaksud untuk mencurinya!" Teriak Jackson.
"Sekarang, setelah malam ini… aku jadi tahu maksud kalian datang dan tinggal di sini selama beberapa hari. Ternyata yang kalian incar selama ini adalah Kane Collection yang kami jaga?"
"Tidak! Tunggu! Jangan cepat menyimpulkan!" Teriak Joanne.
"Semuanya sudah jelas!"
"Lepaskan kami, dan ayo bicarakan semua ini baik-baik. Kami akan menjelaskan yang sebenarnya pada kalian." Smith membantu kedua rekannya.
"Terlambat. Kepercayaan kami pada kalian sudah lenyap begitu kalian berusaha mencuri benda ini dari kami!" Teriak kepala desa.
Joanne Panik, ia terus berusaha memberontak sementara tubuhnya semakin merasa kepanasan.
"Apa yang harus aku lakukan? Ini semua salahku. Coba saja kalau aku mengikuti ucapan Jackson dan Smith, mungkin semua ini tidak akan terjadi." Pikirnya. "Sekarang apakah ini adalah akhir dari kita? Apakah kita akan mati seperti ini? Terbakar di dalam api, terlebih lagi… di lihat saksikan oleh puluhan beast yang menuduh kita…"
__ADS_1
...***...