Play To Win

Play To Win
Level 38 - Kristal jiwa


__ADS_3

...***...


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Joanne.


"Aku sudah merasa lebih baik," sahut Jackson. Mereka kini telah kembali ke tenda dan tengah menghangatkan diri di depan api unggun yang ada.


"Apakah wanita yang kau maksud adalah wanita telanjang tadi?" Tanya Joanne.


"Iya, dia yang sudah membawa Smith pergi. Tapi entah kenapa aku merasa aura wanita itu sedikit berbeda, apalagi cara pandangnya yang terus menatap lekat kedua mataku." Tuturnya.


"Berbeda bagaimana maksudmu?"


"Aku merasa dia memiliki kemampuan untuk menghipnotis mangsanya, aku nyaris saja terkena jebakannya. Tapi saat aku melihatnya, setiap kali itu juga aku merapalkan nama Charis dalam benakku. Dan itu membuatku tidak terpengaruh sama sekali oleh hipnotisnya."


"Begitu rupanya."


"Dan sepertinya aku memiliki ide." Jackson tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ide? Apa idemu?" Joanne menaikkan sebelah alisnya bingung. Jackson mendongak menatapnya, beradu pandang tanpa mengatakan apa-apa.



...*...


"Kau akan menjadi milikku." Wanita itu membali bergumam, menggerakkan tubuhnya dengan tempo cepat. Mulutnya mendekat, menghampiri bibir Smith yang kini di jelajahi lidahnya.


Wanita itu menghentikan permainan lidahnya sejenak, mulut Smith masih terbuka. Wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya, keluar melintasi tenggorokannya hingga mencapai mulutnya.


"Mulai sekarang kau akan mendengarkan setiap perintah ku," bisiknya.


Mendadak Smith tersadar, ia terkenal bukan main saat mendapati wanita itu berada tepat di dekatnya dengan keadaan menyatu dengan tubuhnya.


"Argh! Apa yang kau lakukan!" Teriaknya yang spontan mendorong tubuhnya hingga lepas. Wanita itu membulatkan mata. "B-bagaimana mungkin…" kedua matanya melotot hampir keluar.


"Seharusnya kristal jiwa itu membuatnya patuh pada setiap perintahku, kenapa itu malah menyadarkannya? Apakah jangan-jangan… dia adalah pria berelemen air?" Batinnya, ia tak bisa menutupi keterkejutannya dengan apa yang terjadi pada Smith yang justru tersadar setelah kristal jiwa miliknya malah membuat pria itu tersadar dari hipnotisnya.

__ADS_1


Smith bangun dari tempatnya, ia terkejut bercampur bingung ketika mendapati dirinya berada ditempat yang asing dalam keadaan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya, ditambah lagi; apa yang wanita itu lakukan tadi? Sial! Miliknya tegang, dan bagian ujungnya mengeluarkan cairan.


"Apa yang telah kau lakukan padaku! Dimana aku sekarang?!" Smith tak bisa tenang, apalagi ketika ia tersadar dalam keadaan seperti saat ini.


Wanita itu beranjak bangun dari tempatnya, berbalik memunggungi Smith dan meraih pakaiannya tanpa rasa malu sama sekali. "Kau berada ditempat ku, di water kingdom." Tuturnya, wanita itu mengenakan pakaiannya.


Smith menarik selimut yang ada guna menutupi tubuhnya, matanya mengedar mencari pakaiannya. Sialnya tidak ada dimana-mana.


"Apa tujuanmu membawaku kemari? Lepaskan aku, dan biarkan aku bebas."


"Tidak bisa, kau sudah menjadi milikku. Di dalam tubuhmu itu sudah aku taruh kristal jiwa milikku sebagai penanda. Dan tepat setelah malam bulan purnama ketiga, kau akan menjadi pengantinku." Wanita itu berbalik menatapnya. "Dan setelahnya, kau akan selamanya berada di sini, bersamaku." Ia mengeluarkan seringainya guna menutupi keterkejutannya, wanita itu melangkah perlahan dan duduk di tepi ranjang yang ditempati Smith.


"Apa yang kau inginkan dariku, sampai-sampai kau menculikku kemari?!" Smith menatapnya tajam.


Tangan wanita itu bergerak, mengusap pipi Smith; terus turun hingga mengusap dada bidangnya yang terekspos.


...***...

__ADS_1


__ADS_2