
...***...
"Argh…" Smith memegangi dadanya yang semakin terasa panas begitu sinar bulan menyinarinya. Beberapa orang menghampirinya, menarik paksa tangannya dan membangunkannya. "Lepaskan aku!" Smith berontak ditengah rasa sakitnya. Tenaga mereka begitu kuat, membuatnya tak bisa berkutik. Smith di seret keluar ruangan.
"Smith…" Joanne dan Jackson hanya bisa memandanginya, tanaman itu terus merambat tubuh mereka.
Smith menoleh, "teman-teman…" lirihnya yang terus di seret paksa oleh mereka. "Aku tidak bisa tinggal diam saja, mereka berada dalam bahaya gara-gara aku. Aku tidak oleh menyerah. Aku harus bisa melawan, setidaknya walaupun nanti aku gugur… setidaknya masih ada mereka yang bisa melanjutkan perjuangan untuk membebaskan Kay dan yang lainnya." Smith membatin.
"Aku harus melawan…" pikirnya.
"Lepaskan aku!" Smith menahan mereka yang terus menyeretnya. Ia menatap bergantian orang yang menyeretnya itu dengan tatapan tajam. Iris mata pria itu berubah biru dengan kilau yang tampak seperti permata. Mereka spontan melepaskan cengkraman tangan mereka dari Smith dan membebaskannya.
Wanita yang nyaris pergi dari sana itu spontan berhenti ketika mendapati orang suruhannya melepaskan tawanannya. Fokus pandang wanita itu tertuju pad Smith.
__ADS_1
"K-kristal jiwanya… dia mulai bekerja, gawat!" Wanita itu bergumam pelan, ia mulai resah.
Begitu Smith bebas dari cengkeraman mereka, ia segera berbalik untuk menyelamatkan kedua rekannya. Ia menghampiri Jackson.
"Hentikan dia sebelum terlambat!" Ucap wanita itu pada anak buahnya yang lain, mereka bergegas mengikuti permintaannya dan berlari menuju arah Smith. Menggenggam kedua tangannya siap untuk menyeretnya pergi, tapi Smith lebih dulu bergerak menghempaskan kedua tangannya yang dalam sekejap membuat kedua orang itu tersungkur jatuh di tanah.
Smith berdiri di bawah sinar cahaya bulan yang menembus masuk ke lewat jendela.
"Aku tidak akan membiarkan ini, terjadi! Aku belum siap untuk mati!" Wanita itu menggerakkan tangannya, dengan kekuatannya berusaha untuk menghentikan langkah Smith. Tapi pria itu sama sekali tak terpengaruh kekuatannya.
Smith berbalik, ia menggerakkan kedua tangannya membalas wanita itu yang dalam sekejap terhempas hingga menghantam dinding.
Smith berbalik, ia berjalan menghampiri kedua rekannya; menarik tanaman rambat yang mengikat tubuh mereka dan membebaskan keduanya.
Iris matanya berubah kembali seperti semula, tubuhnya mendadak lemas bersamaan dengan cahaya bulan yang mulai meredup tertutup awan malam.
__ADS_1
Smith terduduk. Joanne dan Jackson bergegas menghampirinya dengan raut wajah cemas. "Kau baik-baik saja?" Tanya Joanne cemas.
"Aku tidak apa-apa, lebih baik kalian khawatirkan diri kalian." Lirihnya.
"Kami baik-baik saja," sahut Jackson.
"Cepat ambil Kane Collection-nya, setelah itu kita pergi dari sini." Tutur Smith. Jackson mengangguk lalu bergegas bangun untuk mengambil Kane Collection yang mereka cari.
Jackson masuk ke dalam ruang rahasia itu. Ruangan itu begitu gelap, nyaris tak ada pencahayaan sama sekali yang menembus masuk ke dalam ruangan itu.
Jackson terus melangkah, mencari letak dimana Kane Collection yang mereka cari itu berada. Langkahnya terhenti begitu ia tiba di ruangan yang kini menampakkan sebuah benda seperti batu dengan sebuah kerang besar di atasnya.
"Itu pasti adalah tempat dimana mereka menaruh Kane Collection itu!" Pikirnya, Jackson bergerak menghampirinya. Tapi langkahnya terhenti secara mendadak saat secara tiba-tiba ia merasakan sesuatu bergerak di sekelilingnya.
Jackson menghentikan langkahnya, matanya memandang sekelilingnya.
__ADS_1
...***...