
...***...
"Kau pasti sangat kelaparan dan kesepian. Kalau kau mau ikut denganku, aku akan memberikanmu lebih dari apa yang si hantu air itu berikan padamu. Aku akan memberikanmu makanan yang cukup agar kau tidak kurus, kau juga akan bisa melihat dunia luar karena aku dan teman-temanku akan melakukan perjalanan yang begitu panjang dan jauh. Akan banyak hal yang kita lalui, di tambah lagi. Kau juga bisa berhenti pensiun dan membantu kami menjaga koleksi kami, bagaimana?" Jackson memberikan penawaran menggiurkan padanya. Roh penjaga itu terdiam sejenak, sebuah tawaran yang menggiurkan dan ia sangat ingin mengambilnya. Apalagi mengingat bagaimana perlakuan hantu air yang begitu dingin padanya, sudah benar-benar membuatnya muak.
"Jangan terlalu lama berpikir, aku tutup memiliki banyak waktu!" Jackson mendesak, pria tua itu masih terdiam dan tampak berpikir. Menimbang-nimbang tawarannya.
"Baiklah, aku setuju. Tapi agar aku bisa pergi, kau harus membawa kerang ini bersamamu kemanapun kau pergi." Roh penjaga itu menyingkir dari hadapannya membuat Jackson bisa dengan mudah melihat kerang yang di maksud olehnya.
"Baik, aku akan melakukannya." Jackson melangkah mendekat dan membawa kerang itu bersama dengannya, menaruh kerang itu di sistemnya untuk memastikan agar benda itu aman. "Selesai, sekarang ayo pergi. Aku harus menyelamatkan teman-temanku."
"Baiklah, tuan baru ku." Kakek tua itu bergerak mengikutinya dari arah belakang, Jackson bergerak keluar dari dalam sana.
...____________________...
...Quest completed!...
__ADS_1
...Reward berhasil di klaim...
...____________________...
Jackson tersenyum memandangi layar yang muncul dihadapannya. Sudah seperti dugaannya, membujuk kakek tua sepertinya adalah hal yang sangat amat mudah, apalagi banyak sekali celah yang dapat ia manfaatkan agar bisa mengambil hatinya.
"Oh ya, aku ingin mendengarkan lebih banyak mengenai hantu air. Bisakah kau menjelaskannya secara detail sambil terus berjalan?"
"Tentu, akan aku jelaskan semuanya." Kata roh penjaga itu seraya mengikuti Jackson dari arah belakang. Keduanya menghilang di pintu masuk.
"Untuk bisa mengalahkan musuh yang dapat berubah wujud, maka kau harus bisa mengambil inti tubuhnya." Joanne dalam seketika teringat akan clue yang di dapatnya dari quest baru yang diterima olehnya.
"Inti tubuh? Apakah itu berarti maksud dari inti tubuhnya adalah kristal jiwa yang dimaksud dalam penjelasan quest sebelumnya?" Joanne masih berusaha menguasai dirinya dan melawan dari serangan wanita itu.
__ADS_1
"Kristal, dimana benda itu?" Joanne semakin kesulitan menghadapi wanita itu yang terus menggulungnya dengan pusaran air dan terus mencekik lehernya.
Tak lama Jackson tiba di sana dan mendapati Smith yang dalam keadaan kesakitan ditambah Joanne yang terjebak dalam pusaran air yang dibuat wanita itu.
"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Jackson panik.
"Kau tidak perlu hiraukan aku, aku baik-baik saja. Sekarang lebih baik kau bantu Joanne, dia dalam bahaya!" Kata Smith yang masih berusaha menahan rasa sakitnya. Jackson terdiam sejenak, ia menggenggam pistol di tangannya erat dan mengangkat benda itu; siap untuk menembak wanita itu. Tapi lebih dulu roh penjaga menahannya.
"Apa yang kau lakukan?" Kesal Jackson menatap ke arahnya.
"Ini tidak akan menghentikannya. Satu-satunya orang yang mampu menghentikan langkah hantu air itu adalah temanmu ini." Roh itu menunjuk Smith.
"Kau tidak bisa melihat dia sedang sangat kesakitan?" Kesalnya.
"Rasa sakitnya itu disebabkan karena kristal jiwanya sedang beradaptasi."
__ADS_1
...***...