
...***...
"Poo, Lulu…" Willy menatap kedua beast itu dengan raut wajah terkejut, ia tidak habis pikir kalau salah satu beast yang cukup di kenalnya itu akan melakukan hal seperti yang dituduhkan oleh si garang.
"Tunggu, aku merasa familiar dengan wajah adalah satu diantara kalian. Aku seperti pernah melihat dirimu, tapi dimana?" Joanna menatap Poo dengan raut wajah bingung, ia mengerutkan keningnya berusaha mengingat-ingat dimana mereka pernah bertemu. Tak lama, akhirnya ia ingat dimana pernah melihat salah satu diantara beast tersebut.
"Oh! Aku ingat, kau adalah beast yang tadi siang berteriak keluar dari dalam ruangan dengan berlumuran darah 'kan?" Ucap Joanne. Beast bernama Poo itu mendongak menatapnya sekolah kemudian kembali menundukkan kepalanya. "Tapi… bagaimana mungkin kau masih hidup? Aku kira kau sudah…"
"Dia hanya di tugaskan untuk memegangi rusa yang hendak di sembelih." Willy menjelaskan. Joanne mendelik ke arahnya, sial! Dirinya sudah dikerjai oleh beast yang satu ini.
"Jadi maksudmu, kau…"
"A-aku hanya menakut-nakutimu." Willy tersenyum menampakkan deretan giginya.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan!" Tukas Joanne.
...*...
"Sebagai hukuman atas perbuatan kalian. Aku, selaku kepala desa di sini. Memberikan kalian hukuman untuk membersihkan seluruh sudut desa selama satu bulan penuh, dan sebagai tambahan hukumannya; kalian harus bisa mendapatkan 3-5 ekor rusa setiap harinya dengan menggunakan ini." Kepala desa menyodorkan sebuah pisau kecil yang panjangnya nyaris kurang dari 15 centimeter.
"Kalau kalian masih berani melakukan tindakan pencurian lagi, maka aku akan mengusir kalian berdua dari desa ini!" Ucapnya menetapkan.
...*...
"Hari yang sangat melelahkan," gumam Joanne yang kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya. Mereka baru saja selesai membantu penduduk membereskan desa yang kacau, beberapa rumah penduduk terbakar dan hangus menjadi abu. Tapi beruntung ada beberapa rumah yang masih utuh termasuk tempat mereka beristirahat ini.
__ADS_1
Karena hanya ada beberapa rumah yang utuh, maka kepala desa memerintahkan mereka untuk sementara waktu tinggal bersama-sama di rumah yang tersisa dan bertahan sementara waktu hingga mereka selesai kembali membangun rumah yang sempat hangus itu.
"Aku tidak menyangka kalau ternyata mereka adalah pencuri yang berusaha mengambil permata landak agung itu, dan mereka yang membuat kita jadi di tuduh melakukan hal yang sama sekali tidak kita lakukan." Jackson duduk di ranjangnya, tubuhnya benar-benar merasa lelah setelah berlarian semalaman mengejar kedua beast yang telah mencuri itu.
"Setidaknya dengan selesainya masalah ini, menguntungkan bagi kita bertiga." Smith berbaring dengan posisi terlentang menatap lekat pada langit-langit kamar mereka.
Jackson dan Joanne menoleh serentak ke arah pria yang baru saja berucap. "Dengan selesainya masalah ini, maka kepala desa dan penduduk yang ada sudah mulai bisa percaya dengan kita 'kan? Itu jadi menguntungkan kita karena bisa menyelesaikan misi itu secara perlahan." Jelas Smith.
"Ya, kau benar." Sahut Joanne.
"Dengan kepercayaan yang telah mereka bangun untuk kita, maka akan lebih mudah bagi kita mendapatkan Kane Collection itu dan pergi dari sini, melanjutkan perjalanan kita." Jackson menambahkan.
"Tidak terasa, perjalanan kita ternyata terus berjalan tanpa kita sadari…"
__ADS_1
...***...