
...***...
Bidikan laba-laba itu meleset dan malah mengenai batu tinggi yang semula menopang ramuan itu di atasnya, begitu laba-laba itu menarik jaringnya; batu itu ikut terseret ke arahnya hingga menimpa tubuh besarnya.
Jackson tersenyum memandangnya. "Yeah! Rasakan itu!" Teriaknya girang, Jackson memandangi ramuan di tangannya. "Sekarang aku hanya perlu membunuhnya dan mengambil Kane Collection berikutnya serta membebaskan mereka." Jackson memasukkan ramuan istimewa yang di ambilnya ke dalam kantong pakaian yang di kenakan olehnya. Tangannya bergerak mengangkat busur panah dalam genggamannya dan menembakkannya ke arah laba-laba itu.
JLEB!
Panahnya menembus tepat ke arah targetnya, suara laba-laba itu menggema di seisi ruangan. Terdengar seperti suara jeritan kesakitan dari panah yang berhasil menembus inti sari tubuhnya, perlahan Jackson melihat api membakarnya dari dalam hingga membakar seluruh tubuhnya dan akhirnya lenyap menjadi abu.
Bersamaan dengan lenyapnya laba-laba raksasa itu, muncul sebuah kristal berwarna ungu pekat yang bersinar dan melayang di udara.
Jackson menghampiri kristal itu dan meraihnya, benda dalam genggamannya itu melayang di hadapannya.
"Woah…" gumamnya pelan, matanya menatap lekat pada kristal di tangannya.
...____________________...
__ADS_1
...Kristal laba-laba...
Kristal yang keluar dari intisari laba-laba raksasa, kristal ini mampu mengeluarkan jaring laba-laba ketika masuk dan menyatu dengan jantung penggunanya.
...« Simpan di Crystal Collection »...
...____________________...
Jackson tersenyum melihatnya. "Ini benar-benar barang yang akan sangat berguna." Ia lantas memasukkan kristal itu ke Crystal Collection yang ada pada sistemnya.
"Jackson! Bantu kami!" Teriak Joanne membuat pria itu tersadar bahwa dirinya tidak sendiri.
Jackson berdiri di depan Joanne yang tergantung di atas. "Bagaimana caranya aku bisa melepaskan kalian berdua? Aku tidak memiliki pedang atau semacamnya yang bisa aku gunakan." Jackson berpikir sejenak.
"Cari sesuatu di sistemmu." Joanne menyarankan.
"Baiklah, mari kita cari." Jackson menyalakan layar sistemnya dan mencari senjata yang mampu membantunya membebaskan mereka.
"Tidak ada yang bisa aku pakai di sini." Kata Jackson yang terdiam memandangi layar sistemnya, benar-benar tidak ada benda yang bisa di gunakannya.
__ADS_1
"Belati emas," gumam Joanne yang membuat Jackson beralih pandang padanya.
"Huh? Ide yang bagus, tapi untuk bisa menggunakan belati ini; aku harus bisa mengumpulkan 2000 diamond dulu," gumamnya.
"Tidak, bukan itu! Lihat ke belakangmu!"
"Ke apaku?" Jackson menoleh ke arah yang di maksud oleh Joanne, dan di sana; dari tempat dimana botol istimewa itu berada, sebuah belati emas melayang di udara.
Jackson mengerutkan keningnya, "sejak kapan benda itu ada di sana?" Pikirnya.
"Cepat ambil dan bebaskan kami!"
"Baiklah tunggu sebentar." Jackson berbalik, ia berjalan menghampiri letak dimana belati emas itu berada. Ia meraih belatinya dan menggenggamnya. Belati itu terus bergerak seakan memiliki kendali sendiri atas dirinya, Jackson bahkan sampai sedikit terserat gara-gara benda itu yang terus bergerak.
"Ada apa dengan benda ini?!" Jackson berusaha mengendalikan belati di tangannya yang terus saja bergerak.
"Apa yang kau lakukan! Cepat bantu kami!" Joanne mulai merasa jengkel, ia benar-benar ingin segera turun. Jujur saja ia takut kalau secara tiba-tiba nanti jaring itu putus dan membuat tubuhnya jatuh ke bawah sana.
...***...
__ADS_1