
...***...
Jackson terus melangkah mencari arah jalan keluar. Ia sudah cukup jauh melangkah, ia juga bahkan sudah keluar dari tempat dimana anak-anak si hitam itu berada.
Kini Jackson berada di sebuah lorong gelap yang di hiasi oleh beberapa lubang cahaya dari luar.
Jackson menghampiri satu lubang dan berdiri di sana, ia mendongak menatap ke arah luar dimana cahaya menembus masuk ke dalam sana.
"Sepertinya ini adalah jalan ke luar," gumam Jackson pelan. Ia dapat melihat dengan jelas langit biru yang membentang di luar sana, bersatu dengan beberapa tanaman lebat yang menghiasi dekat pohon tempatnya berada.
Jackson melanjutkan langkahnya hingga ia menemukan satu jalan lain, seperti sebuah terowongan namun mengarah ke atas. Dan di bagian terowongan itu terdapat lubang-lubang yang sama seperti yang di tempati olehnya saat ini.
"Sepertinya ini adalah jalan menuju tempat dimana si ular hitam itu berada. Kalau aku naik ke atas sana, aku pasti bisa menemukannya." Jackson terdiam sejenak.
"Sekarang pertanyaannya, bagaimana aku bisa naik ke atas sana?"
Jackson mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berusaha mencari cara agar bisa naik ke atas dan menemui kedua rekannya.
Di sekelilingnya, Jackson sama sekali tidak dapat menemukan sesuatu yang dapat membantunya untuk naik.
__ADS_1
"Sama sekali tidak ada yang dapat aku gunakan, sekarang bagaimana aku bisa naik kalau begini caranya?" Jackson terdiam, ia berusaha mencari cara untuk menyelesaikan masalahnya.
"Oh, benar. Bagaimana kalau aku tanya si kakek tua? Bukankah dia tahu dan kenal pada setiap penjaga di sini? Mungkin saja dia bisa membantuku mencari jalan keluar."
Jackson memanggil si kakek tua, roh penjaga. Pria tua itu tengah bersantai ketika ia memanggilnya.
"Kakek tua!" Panggilnya membuat si roh menjaga itu kaget.
"Astaga, kau mengejutkan aku saja? Tunggu, dimana ini? Kenapa kita bisa di sini?" Roh penjaga mengedarkan pandangannya. "Tempat ini seperti tidak asing," gumamnya pelan.
"Kau begitu keluar sangat heboh." Komentar Jackson. Si roh penjaga menoleh ke arahnya.
"Kau memang pintar!" Jackson tersenyum simpul.
"Tapi kenapa tempat ini terasa tidak asing bagiku, ya? Coba aku ingat-ingat… dimana aku pernah melihat tempat ini?"
"Aku ingin kau membantuku untuk mencari jalan keluar dari si—"
BRUKKK!!!
__ADS_1
Sesuatu mendadak menyerang Jackson dari arah belakang, membuatnya spontan tersungkur jatuh ke depan.
"Kena kau!" Pekiknya.
"Argh…" Jackson meringis kesakitan, kepalanya di tekan ke tanah sementara sebelah tangannya di cengkram keras dan di tekan dari belakang.
"Kau sudah mengambil Kane Collection yang aku jaga, cepat kembalikan benda itu!" Teriak makhluk itu.
Si roh penjaga terdiam memandangi makhluk bertubuh gempal yang besar di hadapannya. Makhluk itu menindih Jackson dari belakang.
Makhluk itu memiliki bulu halus menutup tubuhnya, hidung dan bibirnya maju ke depan mirip seekor tikus tapi dengan cakar panjang pada kedua tangannya.
"Siapa kau! Lepaskan aku!" Teriak Jackson sembari memberontak.
"Seharusnya aku yang bertanya! Kau siapa, berani sekali datang kemari!" Balasnya dengan beringas.
"Argh…" Jackson meringis saat si tikus tanah itu menekan tubuhnya semakin menempel ke permukaan tanah.
__ADS_1
...***...