Play To Win

Play To Win
Level 68 - Misi terakhir


__ADS_3

...***...


"Aku sudah membereskan semua…" Willy melongo menatap Joanne, Jackson dan Smith yang sudah memasukkan semua rusa itu ke dalam jaring dan sudah membawanya dengan bekerja sama.


"Apa yang kau lakukan! Ayo pulang!" Joanne menepuk keras pundak beast itu dan berjalan mengikuti kedua rekannya yang sudah melangkah lebih dulu meninggalkan Willy yang berada di belakang, ia terpaku ditempatnya.


"Bagaimana bisa mereka…" Willy speechless.



...*...


"Tidak aku sangka mereka lebih cekatan dari dugaanku, setelah melihat kemampuan mereka hari ini. Membuatku mulai percaya kalau mereka memang pengembara yang sedang melakukan perjalanan." Pikir Willy yang terus berjalan di belakang Jackson, Joanne dan Smith yang terus melangkah di sana.


"Malam ini, kira-kira apa yang akan mereka masak untuk kita?" Tanya Joanne pada rekan-rekannya.


"Aku tidak tahu." Smith menanggapi.


"Kenapa kau tidak coba tanya pada Willy?" Jackson mengusulkan.

__ADS_1


Joanne melirik sekilas. Beast yang sejak tadi berjalan berdampingan dengan mereka itu terus saja diam dan melamun tanpa menghiraukan pembicaraan mereka.


"Aku malas bertanya padanya," kata Joanne.


Mereka bertiga terus melangkahkan kakinya menuju kembali ke beast village agar mereka bisa segera menyelesaikan sisa misi lagi yang belum mereka selesaikan.


Tiba di desa, mereka di sambut oleh banyak orang yang dalam sekejap mengerumuni mereka berempat. Penduduk desa setempat dibuat takjub dengan hasil tangkapan mereka berempat.


"Apakah semua ini mereka yang memburunya?"


"Hebat, ternyata mereka ahli berburu."


Samar-samar Jackson, Joanne, dan Smith dapat mendengar mereka berbisik membicarakan keberhasilan mereka menangkap 10 ekor rusa dengan ukuran yang luar biasa besar itu.


Tak lama kepala desa dengan si garang datang menghampiri mereka. Si garang dibuat terkejut dengan apa yang mereka bawa, sementara kepala desa melongo tak bisa berkata-kata.


"Kalian yang menangkap sebanyak ini?" Beast dengan penampilan mencolok itu bertanya.


"Iya." Sahut Jackson.

__ADS_1


...*...


"Hanya tinggal satu misi lagi yang harus kita selesaikan, dan semua itu bergantung padamu." Kata Jackson, Joanne menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Jackson. Mereka berdua menatap pada Smith yang kini berdiri dengan raut wajah terbebani.


"Baiklah, aku akan berusaha sebisa mungkin agar tidak mengacaukan semuanya." Kata Smith.


"Kau tidak pernah mengacau, karena kau yang paling tenang diantara kami. Jadi aku yakin kau akan bisa membuat misi kali ini juga berhasil." Ujar Joanne, Jackson mengangguk.


"Terima kasih sudah mempercayaiku." Kata Smith.


"Baiklah, tunggu apa lagi?" Willy membuat ketiganya spontan beralih pandang padanya. Mereka lalu mempercepat langkah kakinya, mengikuti kemana arah beast bernama Willy itu mengantar mereka.


Willy mengantarkan Jackson dan teman-temannya ke dapur untuk mempersiapkan hidangan untuk jamuan makan malam satu desa ini. Walaupun terdengar seperti pekerjaan yang melelahkan, tapi sepertinya tidak terlalu. Pasalnya desa berisi beast ini hanya di huni oleh sekitar beberapa puluh jiwa saja, bahkan tidak mencapai ratusan apalagi ribuan jiwa.


Tiba di dapur, mereka melihat beast yang berkumpul dan sibuk meracik bumbu, beberapa ada yang bertugas mengeksekusi rusa, memotong-motong dagingnya, dan juga ada yang bertugas untuk menguliti serta sebagainya.


Sebagian besar beast di dalam sana di dominasi oleh betina. Atensi semua orang spontan beralih ketika mendengar suara pintu yang mendadak terbuka dan menampakkan mereka berempat yang berdiri disana.


...***...

__ADS_1


__ADS_2