Play To Win

Play To Win
Level 86 - Dalam satu ruangan


__ADS_3

...***...


"Lagipula aku sudah tidak ingin menunda perjalanan lagi," gumam Joanne dengan raut wajah frustasi.


"Kami mengerti dengan apa yang kau lakukan, tapi ingat dengan misi yang ada di sistem? Ambil secara baik-baik setelah membuat mereka percaya dengan kita. Jangan membuat semua usaha kita selama 1 Minggu itu menjadi sia-sia," ujar Jackson.


"Apa yang dia katakan itu benar." Smith menimpali.


"Tapi…" Joanne menatap mereka bergantian.


"Tunggulah sebentar lagi."


"Hanya sebentar lagi, dan kita akan bisa pergi dari sini." Jackson menambahkan. "Jangan membuat kita berada dalam bahaya." Pria itu beranjak bangun dari tempat duduknya, melangkah menuju kamar mandinya bersiap untuk tidur dan memulihkan seluruh energinya.


Joanne terdiam, ia menundukkan kepalanya dengan perasaan campur aduk.


"Aku tahu kau ingin cepat-cepat pergi dari sini dan melanjutkan perjalanan. Aku dan Jackson juga merasakan hal yang serupa, tapi jika kita salah melangkah satu kali saja… maka kita bisa membuat diri kita berada dalam bahaya." Smith berusaha memberikan pengertian.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang kau tidur dan jangan pikirkan mengenai hal ini lagi." Smith bangun, ia berjalan menghampiri ranjangnya yang berada di dekat jendela.


...*...


"Selamat malam Poo…"


"Ya, selamat malam." Sahut Poo yang kini terbaring di atas ranjang tidurnya. Di seberang sana, Lulu terbaring di atas ranjang tidurnya. Tertidur dengan posisi memunggungi Poo.


Hening. Kini tak ada suara yang dapat terdengar, hanya heningnya malam yang dapat Poo rasakan.


Poo tak bisa tidur. Ia terus saja kepikiran tentang kilauan dari liontin yang tidak sengaja dilihatnya tadi siang.


Kilauannya yang begitu indah membuatnya sangat tergoda untuk mengambilnya. Jujur saja ia tak bisa melupakan begitu indahnya liontin itu.


"Jadi di sana kepala desa menyimpannya?" Gumam Poo pelan. Ia menggelengkan kepalanya cepat, berusaha untuk menyadarkan dirinya. "Tidak Poo! Apa yang kau pikirkan, jangan terus memikirkan mengenai liontin itu! Ingat! Gara-gara liontin itu, aku jadi terkena masalah seperti sekarang!" Gumamnya seraya memukul-mukul pelan kepalanya dengan kedua tangan yang terkepal.


"Lebih baik aku tidur agar aku bisa melupakan mengenai liontin itu." Poo mengubah posisi berbaringnya jadi menghadap ke arah dinding, memunggungi Lulu yang berada di seberang ranjang tidurnya.

__ADS_1



...*...


Malam semakin larut, cahaya bulan purnama semakin terlihat jelas dengan bintang yang semakin terang.


Joanne gelisah, ia berkali-kali mengubah posisi tidurnya. Sementara kedua matanya terpejam, otaknya terus tak bisa lupa dengan Kane Collection dan dimana benda itu di simpan.


"Argh!!!" Joanne membuka kedua matanya spontan, terduduk di ranjang tidurnya dan mengacak-acak rambutnya frustasi.


Ia benar-benar tidak bisa tenang. Pikirannya terus saja di penuhi oleh Kane Collection yang belum juga mereka dapatkan.


"Aku tidak bisa tenang," gumam Joanne pelan. Ia melangkah turun dari ranjang tidurnya dan duduk sejenak. Sudah tiga hari berlalu semenjak ia tahu dimana keberadaan Kane Collection itu di simpan oleh kepala desa, dan selama tiga hari itu juga dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Ia terus terbangun di tengah malam dan terus dihantui rasa resah yang menyelimuti dirinya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2