Play To Win

Play To Win
Level 162 - Ruang jebakan


__ADS_3

...***...


"Itu adalah Kane Collection yang aku cari." Joanne tersenyum simpul. Ia bersiap untuk melangkah menuju tempat dimana Kane Collection itu berada, tapi baru satu langkah ia bergerak; seluruh ruangan itu bergetar membuat Joanne tersentak kaget dan spontan berhenti.


"A-apa yang terjadi?" Joanne mendongak menatap ke sekeliling, ruangan itu terus bergetar semakin hebat hingga membuat beberapa bagian atapnya berjatuhan dengan bebatuan kecil yang langsung mengotori lantai.


Fokus Joanne beralih pada dinding yang bergerak di sisi kiri dan kanannya. Joanne tertegun, semua dinding itu mulai beralih dari tempat semula dan mengubah letaknya berada.


Tatapan Joanne tertuju pada Kane Collection itu berada. Dinding dan lantainya bergerak menjauh hingga membuat jarak yang lebih sulit dijangkau Joanne.


Lantai terbelah dua, dan dari bawahnya; Joanne melihat sesuatu bergerak naik menuju permukaan.


Dinding yang satu berganti dengan dinding yang lain, bergerak dari arah semula ke arah lain hingga membentuk ruang yang jauh berbeda dari sebelumnya.


Dari sisi kiri dan kanan dinding baru, Joanne melihat sesuatu keganjilan. Ada beberapa benda tajam yang tertancap di dinding, tak lama; sesuatu bergerak mengayun. Sebuah benda dengan ukuran yang super besar.

__ADS_1


Itu kapak raksasa dengan setidaknya lima berderet dengan rapi dan bergerak tak beraturan, letaknya cukup berdekatan dan geraknya begitu cepat.


Joanne semakin membulatkan matanya ketika ia melihat hal lain yang berada tepat dihadapannya. Ada beberapa sinar laser yang membentuk sebuah pola yang membuat jalanan dihadapannya terhalang, di sisi lain; ada tempat yang terdapat pola aneh juga di bagian lantainya seperti sebuah lantai dengan corak catur.


"A-apa ini? Kenapa semuanya bergerak?" Joanne masih terkejut dengan apa yang terjadi.


Perhatiannya lalu kembali beralih, kali ini pada dinding yang berada di belakangnya.


Semua dinding itu bergerak membentuk persegi dan menutup jalan keluar menyisakan ruangan dengan dirinya dan rintangan yang harus ia lewati.


"Sial! Aku terjebak." Joanne mengepalkan kedua tangannya erat.



...*...

__ADS_1


"Kita harus menemukan Kane Collection itu, baru setelahnya mencari kedua rekanmu. Kalau tidak, kalian akan terjebak dalam labirin ini selamanya." Jelas Laurence.


"Terjebak selamanya di dalam labirin ini?"


"Iya, kalau kau terlalu fokus pada mencari jalan keluar dan kedua rekanmu. Itu hanya akan membuatmu terjebak di dalam sini tanpa bisa keluar. Untuk bisa keluar, maka kau harus menemukan dimana tempat Kane Collection itu berada dulu. Baru setelahnya, kita mencari kedua rekanmu yang hilang. Karena dengan salah satu diantara kalian mengambil Kane Collection yang ada, itu akan membuat si roh ilusi kehilangan fokusnya. Penjagaannya akan melemah secara perlahan-lahan."


"Begitu rupanya…" Jackson bergumam pelan, ia terdiam dalam lamunannya. Tak lama kemudian, Jackson mendongak menatap Laurence dengan penuh keyakinan.


"Baiklah, kalau begitu ayo pergi dan cari Kane Collection itu. Baru setelahnya kita cari Joanne dan Smith lalu sama-sama kita mencari jalan keluar!" Ujar Jackson.


"Kalau begitu, ayo pergi!" Laurence bergerak pergi dari sana dengan di ikuti oleh Jackson di sampingnya. Mereka berdua bergerak, berusaha menemukan tempat dimana Kane Collection itu berada agar mereka bisa mengambilnya dan setelahnya; baru mencari keberadaan Joanne dan Smith yang sejak tadi tak kunjung ia temukan.


Jackson terus berjalan beriringan dengan si kakek tua terbang di udara.


...***...

__ADS_1


__ADS_2