Play To Win

Play To Win
Level 156 - Berubah


__ADS_3

...***...


"Jackson? Smith?"


Joanne terus berteriak memanggil kedua rekannya yang tak kunjung ia temukan. Matanya terus mengedar, menatap ke sekeliling jalan yang di laluinya.


Sudah cukup lama ia berjalan, dan ia tak bisa menemukan kedua rekannya di manapun.


"Kemana mereka pergi? Kenapa mereka tidak ada di manapun?"


Joanne mulai merasakan ada sesuatu yang aneh. Gadis itu berhenti sejenak di tempatnya.


Saat ini dirinya berada di salah satu lorong yang cukup gelap. Dalam lorong itu tak ada banyak penerangan, dan semakin lama ia berjalan; lorong yang dilaluinya semakin terasa sepi.


"Ada yang tidak beres dengan tempat ini," gumam Joanne.


Ia menoleh ke belakang untuk melihat kembali jalan yang dilaluinya. Pemandangannya berubah, Joanne tak ingat sama sekali dengan jalan yang dilaluinya terakhir kali.


"Tunggu… aku rasa aku tidak melewati jalan itu, tadi. Tapi kenapa aku bisa keluar dari sana?"


Joanne mengerutkan keningnya heran. "Pasti ada kesalahan. Aku harus mengeceknya lagi."

__ADS_1


Joanne memutar arah jalannya. Ia melangkah kembali ke tempat semula ia datang.


Sepanjang lorong, ia merasa asing dengan jalan yang di laluinya. Jalannya benar-benar terasa berbeda dari jalan yang pernah ia lalui.


Joanne menghentikan langkah kakinya ketika ia mendapati jalan yang dilaluinya merupakan jalan buntu.


"Sepertinya aku salah berbelok," tuturnya pelan. Joanne menoleh berbalik, siap untuk kembali ke jalan semula sebelum ia mengambil arah yang salah. Tapi begitu ia menoleh ke belakang, penampilan sekelilingnya sudah berubah lagi.


Joanne membulatkan kedua matanya. "A-apa yang terjadi? Kenapa semuanya tampak berbeda?"


Joanne mengatur napasnya, ia berusaha untuk tenang menghadapi semua situasi yang tengah di alaminya ini.



Joanne bergerak cepat, ia melangkah pergi dari tempatnya berada; berjalan dengan sedikit tergesa guna menemukan kedua rekannya yang hilang sekaligus mencari jalan yang benar.


Joanne kembali menghentikan langkahnya tepat di jalan bercabang yang di temuinya.


Ia berhenti, matanya menatap bergantian ke setiap jalan yang ada di hadapannya.


"Aku harus pergi kemana?" Gumamnya pelan. Mendadak perhatiannya teralih ketika Joanne secara tidak sengaja mendengar suara sesuatu yang bergerak.

__ADS_1


Joanne menoleh ke arah belakang untuk melihat apa yang terjadi, tapi lebih dulu dirinya di kejutkan dengan pemandangan yang telah berubah.


"A-apa yang terjadi…" Joanne membulatkan kedua matanya. Jalan yang semula di laluinya berubah menjadi jalan buntu dengan tembok kokoh yang berdiri tepat beberapa meter dari arahnya berdiri.


"Ini tidak wajar, ada sesuatu di tempat ini…" Joanne berusaha mengatur napas dan degup jantungnya yang tak beraturan. Rasa takut mendadak menggerayangi dirinya, membuat tubuhnya bergetar kuat.


"Aku harus secepatnya menemukan jalan keluar dari sini!"


Joanne mulai berlari, mengambil jalan asal berharap menemukan jalan keluar.


Ia semakin mempercepat langkah kakinya dan melawan rasa takut yang menyelimutinya. Tapi setiap kali ia berlari, setiap kali itu juga, dirinya mendengar suara aneh seperti sesuatu yang bergeser.


Joanne tak terlalu menyadari suara itu. Untuk ke sekian kalinya ia berhenti untuk mengambil napas dan mengumpulkan energinya yang nyaris terkuras habis.


Joanne berhenti di sebuah pertigaan. Ia berdiri, mengatur napasnya seraya mengelap keningnya yang dihiasi keringat.


Joanne menoleh ke arah belakang untuk memastikan lagi. Ia lagi-lagi di buat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Berubah…"


...***...

__ADS_1


__ADS_2