
...***...
BRUKK!!
Si manusia burung tersungkur di lantai dalam keadaan terluka. Smith cepat-cepat memanfaatkan kesempatan itu untuk pergi dari sana dan melarikan diri.
"Argh!!! Takkan aku biarkan kau pergi begitu saja!" Teriak si manusia burung yang kemudian berusaha bangun dengan sedikit tertatih.
Ia mengubah dirinya menjadi burung, terbang mengejar Smith yang telah keluar dari dalam ruangan tadi.
Smith berlari menyusuri koridor dengan sesekali menembak si burung yang kini mengejarnya. Suara pistolnya berhasil menyita perhatian semua orang yang ada di istana dan spontan berlarian menuju arah mereka untuk mengecek apa yang terjadi.
Semua orang yang ada seketika menghentikan langkah kakinya ketika melihat si manusia burung yang tengah mengejar Smith dan menyerangnya berulang kali.
Tak ada niatan untuk ikut campur sama sekali, mereka semua malah diam dan menonton keduanya.
Smith mempercepat langkahnya, ia berbelok dari jalan yang satu ke jalan yang lain. Dari koridor kiri ke koridor kanan, kemudian turun melewati tangga hingga tiba di luar istana.
__ADS_1
"Bagus! Aku menemukan pintu keluar!" Pikir Smith yang terus berlari.
"Berhenti kau!" Teriak si manusia burung di belakang. Ia terus mengepakkan sayapnya mengejar Smith dari arah belakang.
Smith tak berhenti dan terus berlari sekuat tenaganya. "Hentikan dia!" Teriak si manusia burung pada semua penjaga yang ada dan hanya menonton mereka berdua layaknya tengah menonton film.
Seberapapun kerasnya ia berteriak, tak ada yang mendengarkan ucapannya.
Smith terus berlari hingga tiba di gerbang depan, di sana; ia bertemu dengan dua penjaga yang berdiri di kedua sisi pagar yang tertutup.
"Hentikan dia!" Teriak si manusia burung pada kedua penjaga itu. Kali ini, mereka berdua mengikuti perintahnya dan berusaha untuk menghadang Smith.
"Tidak ada cara lain," kata Smith dalam hati. Ia menodongkan pistol ke arah mereka berdua dan menembaknya dari jarak yang cukup jauh hingga mereka berdua tersungkur dalam keadaan terluka.
Smith semakin cepat berlari menuju pagar yang tertutup, mempersiapkan dirinya kemudian menghantam keras pagar itu sampai terbuka.
__ADS_1
Penjaga di luar gerbang sampai tersentak kaget di buatnya. Tak lama, mereka melihat Smith yang berlari dengan di kejar oleh si burung.
"Berhenti!" Teriak si burung seraya terus mengejar Smith yang tak kunjung berhenti.
...*...
"Ada apa ini?" Si putri peri bertanya pada semua pelayan yang ada di istananya ketika ia mendapati kekacauan yang luar biasa di dalam sana.
"Pangeran burung… beliau tadi mengejar-ngejar pria yang putri bilang memiliki kristal jiwa si hantu air." Jelas salah satu pelayan yang ada di sana.
"Apa? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Kenapa dia mengejar-ngejarnya?"
"Kami juga tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang pasti beliau tampak begitu marah dan berusaha keras untuk menghentikan pria itu." Katanya.
Rou—si putri, beranjak dari tempatnya. Melangkah keluar dari dalam istana hingga tiba di gerbang depan dan mendapati kedua penjaganya yang ada di sana dalam keadaan terluka.
Rou segera menghampiri mereka untuk menanyakan apa yang terjadi pada keduanya sekaligus membantu mengobati luka mereka berdua.
__ADS_1
"Bantu mereka untuk berdiri setelah itu bawa masuk."
...***...