
...***...
"Lepaskan dia!" Pekiknya.
Fokus Joanne dan si ular beralih pada Jackson yang baru saja berteriak. "Jackson…" Joanne merekahkan senyum.
"Datang pengganggu lagi." Si ular mendesis kesal.
"Kalau kau berani, hadapi aku." Jackson melangkah menuju arahnya.
"Kau sudah berani menantang ku, kau harus menerima hukumannya. Tapi, setelah aku menyelesaikan urusanku dengannya." Ular itu beralih pandang pada Joanne. Gadis itu cepat-cepat memejamkan kedua matanya, menghindari tatapan si ular yang matanya kembali berubah merah.
"Lupakan niatmu! Aku tidak akan membiarkan kau menyentuhnya." Jackson menembak kepala si ular berulang kali, membuatnya tidak bisa fokus dengan Joanne dan spontan menoleh ke arahnya.
"Kau benar-benar mengganggu."
Si hitam melepaskan lilitannya dari Joanne, bergerak menghampiri Jackson yang ada di sana.
Joanne tersungkur, tubuhnya mati rasa akibat lilitan yang begitu kencang. Ia menghirup oksigen di sekitarnya rakus, berusaha mengembalikan denyut jantungnya seperti semula.
__ADS_1
Joanne mengalihkan atensinya, menatap Jackson dan si ular yang kini bergerak menuju arahnya.
"Jangan tatap matanya…" teriak Joanne mengingatkan.
Jackson yang mendengarnya hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia segera bergerak, mengalihkan pandangannya pada bagian tubuh lain dari si ular. Menembak tubuhnya berulang kali, tapi setiap kali ia menembaknya; setiap kali itu juga si ular berubah menjadi batu.
"Kau takkan bisa mengalahkan aku."
Ular itu menggunakan ekornya untuk menyerang Jackson. Tapi refleks Jackson yang cekatan membuatnya dengan mudah menghindari setiap serangan si ular.
Jackson berguling dari arah yang satu ke arah yang lain, menembak lagi si ular dengan pistolnya.
"Akan aku habisi kau!" Jackson menembaknya lagi.
"Jackson!" Joanne menatap Jackson yang tersungkur, tubuhnya lemas dengan pistolnya terlepas dari genggaman.
"Aku harus menolongnya, tapi bagaimana caranya? Energi ku saja sudah benar-benar terkuras, hanya tersisa 10%." Joanne berusaha untuk bangun tapi gagal.
"Argh…" Jackson meringis. Layar sistemnya muncul menampakkan persentase energinya yang hanya tinggal 20%.
__ADS_1
"Mungkin karena dia bisa mengubah diri menjadi batu, energinya jadi begitu kuat sampai-sampai sekali kibasan ekornya saja berhasil membuat energiku terkuras." Jackson bergumam menahan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya.
"Habislah kau…" ular itu menghampiri Jackson, matanya telah berubah menjadi merah menyala dan lidahnya menjulur keluar layaknya ular yang siap untuk menyerang mangsanya.
Jackson beralih menatap pistolnya yang jatuh sekitar satu meter dari posisinya. "Waktuku tidak banyak. Kalau aku ingin tetap hidup, maka aku harus membunuh ular itu sebelum energiku mencapai 0%." Batin Jackson.
"Itu berarti aku harus mencari cara secepatnya untuk bisa mengalahkan dia." Jackson mengalihkan pandangannya pada si ular yang kini bergerak menuju arahnya.
Ular itu terus bergerak semakin mendekat ke arah Jackson. Jackson terdiam sejenak.
"Tunggu… ramuannya, benar!" Jackson merogoh kantong tempat dimana ia menyimpan ramuan ajaib yang mampu mengalahkan si ular.
Ular itu semakin dekat ke arah Jackson dan bersiap untuk melilitnya, tapi dengan cepat Jackson menumpahkan seluruh isi cairan dalam botol itu tepat ke arah si ular.
"Argh!!!!"
Ular itu menjerit keras, Joanne sampai terkejut di buatnya. Tubuhnya mendadak berhenti tepat beberapa meter dari arah Jackson semula menumpahkan cairan di tangannya.
__ADS_1
Perlahan bagian si ular mengeluarkan kepulan asap.
...***...