Play To Win

Play To Win
Level 30 - Bersatu dalam menit


__ADS_3

...***...


"Saat aku kuliah, aku sempat mengikuti kursus memasak di saat libur musim panas. Aku masuk di salah satu sekolah memasak dan mendapatkan sertifikat yang membuatku diakui sebagai chef yang kompeten. Setelah lulus, aku memutuskan bergelut dalam bidang kuliner." Jelas Smith yang kemudian melahap salah satu ikan bakar miliknya sambil terus sibuk membakar ikannya.


"Kau sudah bekerja?" Tanya Jackson yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Smith.


"Aku sekarang memiliki restoran sendiri dan memiliki cabang di berbagai kota." Jelasnya. Jackson dan Joanne tertegun mendengarnya, mereka berdua tidak menyangka sebelumnya kalau Smith ternyata memiliki usia yang lebih tua dibandingkan mereka berdua, padahal kalau dilihat dari penampilannya yang masih tampak muda membuatnya terlihat seperti seumuran dengan Jackson. Hanya saja bedanya Jackson dengan Smith terdapat pada tubuhnya. Smith memiliki tubuh yang lebih tinggi dan lebih besar dengan lengan dan dada berototnya yang membuatnya terlihat nyaris seperti seorang tentara. Sedangkan Jackson memiliki tinggi badan yang berbeda beberapa centimeter saja dengan Smith. Kalau masalah tubuh, Jackson memang tak memiliki tubuh sebagus dan seseksi Smith, tapi biarpun begitu tubuhnya cukup bagus. Ia juga memiliki otot di perutnya, bisa di katakan tubuhnya memiliki proporsi tubuh yang pas, tidak terlalu kurus juga tidak terlalu berotot.


"Itu berarti… kau lebih tua dibandingkan aku dan Jackson?" Tanya Joanne menyimpulkan.


"Memangnya umur kalian berapa?" Smith menaikkan sebelah alisnya bingung.

__ADS_1


"Aku masih kuliah dan sekarang sedang bekerja magang di salah satu perusahaan untuk mencari pengalaman bekerja sekaligus memenuhi nilai-nilaiku." Jelas Jackson yang membuat Joanne semakin terkejut, pun Smith yang mendengarnya.


"Kalau aku, masih SMA." Ujar Joanne, kedua rekannya itu menoleh serentak ke arahnya.


"Kau masih SMA?" Ulang Jackson yang diangguki oleh Joanne. "Aku kira kau seumuran denganku." Tuturnya lagi.


"Benarkah kau berpikir begitu? Padahal sudah jelas-jelas aku terlihat lebih muda dibandingkan kalian berdua."



"Semua ini terjadi benar-benar secara tidak di duga, maka dari itu kita tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk memperhatikan masing-masing." Tutur Smith membuat keduanya menoleh serentak ke arahnya.

__ADS_1


"Benar." Jackson menyahut. Ia lantas terdiam bersamaan dengan Smith dan Joanne yang kini bungkam, ketiganya memandangi kobaran api yang menyala dihadapan mereka bertiga.


"Kita baru saja terbangun di tempat yang asing, dan dalam waktu singkat kita sudah belajar untuk saling bekerja sama tanpa peduli kalau kita bahkan baru kenal beberapa menit yang lalu. Dalam waktu singkat, kita bertiga sudah menjadi dekat dan menjadi rekan yang saling menolong satu sama lain tanpa kita sadari." Gumam Joanne.


"Iya, kau benar. Dan dalam waktu yang dekat, kita bertiga menjadi dekat satu sama lain. Menghancurkan dinding pembatas antara kita, pembatas antar hubungan kita dan bersatu serta tolong menolong agar bisa mencapai tujuan masing-masing." Jackson menimpali.


Smith hanya diam tak berkata-kata, ia juga bahkan baru menyadari hal itu. Semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa di duga, bahkan tanpa mereka sadari juga kalau semua yang telah mereka lewati membuat mereka dekat satu sama lain.


Joanne kembali melahap ikan bakar yang berada dalam genggamannya dengan rakus.


...***...

__ADS_1


__ADS_2