Play To Win

Play To Win
Level 55 - Beast village


__ADS_3

...***...


"Itu… bukankah itu kalung yang kita cari!" Ucapnya dengan kedua mata yang terbelalak, terbuka sempurna ketika dilihatnya gadis itu mengangkat kalung yang mereka cari. "Kita harus mengambilnya!"


"Tunggu!" Temannya cepat-cepat menarik tubuhnya hingga kembali tengkurap disampingnya. "Jangan bersikap gegabah, lihat itu! Mereka bersenjata, kalau kita tiba-tiba datang dan meminta mereka mengembalikan kalung yang di temukannya; bisa-bisa mereka membunuh kita. Apalagi jumlah mereka ada tiga sedangkan kita hanya berdua, ditambah lagi dengan rupa kita yang berbeda dari mereka; bisa-bisa mereka mengira kita monster!" Jelasnya.


"Kau benar, lalu sekarang bagaimana? Tidak mungkin kita membiarkannya gadis itu membawanya, kan?"


"Kita lapor pada kepala desa."


"Kau gila? Bagaimana kalau putri tahu aku yang menghilangkan kalungnya?"


"Tidak, bodoh! Dia justru akan berpikir bahwa gadis tadi yang mencurinya, bukan dirimu!"


"O-oh… kau benar."


"Sudahlah, ayo pergi." Ucapnya sembari beranjak bangun dari sana diikuti temannya itu.

__ADS_1



...*...


Langkah kaki ketiganya dalam seketika terhenti ketika mereka secara tidak sengaja menemukan sebuah tempat yang tampak seperti sebuah pedesaan terpencil yang letaknya jauh di dalam hutan.


Jackson, Joanne dan Smith berdiri dengan wajah bingung. Ketiganya mengedarkan pandangan ke sekeliling.


"Ini… desa?" Gumam Joanne, hadis itu menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Sulit di percaya, ada desa di tengah hutan belantara seperti ini?" Jackson menatap sekeliling, banyak sekali rumah yang terbuat dari kayu yang berjejer di sana. Dan rumah-rumah itu di bangun mengeliling, menyisakan bagian tengah yang kosong. Di bagian tengah itu, mereka dapat melihat beberapa batu bara dan kayu bakar yang sudah menjadi abu. Tampak jelas kalau mereka sering berkumpul bersama di sana.


"Tapi dimana semua orang? Kenapa begitu sepi?" Joanne melangkah menghampiri salah satu rumah yang kemudian diikuti kedua rekannya dari arah belakang.


"Tempat ini tampak kosong." Kata Jackson.


"Mungkinkah mereka semua sedang pergi?" Joanne menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saat mereka sedang berjalan, sebuah anak panah melesat hingga menancap di tanah. Tepat di depan Joanne. Ketiganya spontan berhenti dengan raut wajah terkejut.


"A-ada apa ini?"


"Teman-teman…" Smith membalikkan tubuhnya. Perlahan sekawanan makhluk besar keluar dari balik pohon yang ada. Tubuh mereka dipenuhi dengan bulu yang membalut dari bagian atas, wajah, hingga kaki mereka. Tanduk mencuat di bagian kepala mereka, wajah mereka mirip seperti Wildebeest Afrika dengan bulu kecoklatan.


Jackson, dan Joanne bergerak waspada ketika mereka semua mulai berdatangan dari segala arah.


Mereka bertiga berdiri saling membelakangi satu sama lain, kini mereka di kepung oleh sekawanan beast yang mulai berjalan menghampiri tempat mereka berada.


"M-makhluk apa mereka semua?" Joanne bergidik, ia takut dengan wajah mengerikan mereka.


"Tetap waspada, sepertinya mereka tidak akan bersikap ramah pada kita." Jackson mencengkram erat pistol laser di tangannya, begitu juga dengan Joanne dan Smith yang kemudian mencengkram pistol mereka masing-masing.


Ketiganya masih diam di tempat, sementara sekawanan beast itu mulai menghampiri mereka secara perlahan-lahan.


Salah satu beast jantan dengan tubuh paling besar dan pakaian aneh, melangkah ke depan dan berdiri tepat di depan mereka bertiga.

__ADS_1


"Serahkan benda itu!"


...***...


__ADS_2