Play To Win

Play To Win
Level 20 - Makhluk kegelapan


__ADS_3

...***...


BRUKK!!


Joanne menggelinding ke arah lain. Tubuhnya terasa sakit saat ia berusaha untuk mengelak dari serangan worm itu. Ia terjatuh tepat di dekat goa, melihat posisinya; Joanne cepat-cepat merangkak ke sana dan bersembunyi dibalik batu besar yang ada di sana dan menunggu kedua rekannya yang lain.


Worm itu kembali masuk ke dalam dasar tanah, Jackson dan Smith kembali berlari menuju goa dan bertemu dengan Joanne di pintu masuk.


"Ayo masuk!" Teriak Jackson yang di ikuti Joanne dan Smith di dekatnya. Mereka bertiga terus berlari memasuki goa yang begitu gelap, tiba tak jauh dari pintu masuk goa; mereka berhenti sejenak saat mereka tidak bisa melihat apa-apa.


"Bagaimana caranya agar kita bisa berjalan dengan benar menuju ramuan itu?" Joanne cemas.


"Aku milik solusinya." Jackson segera menarik busurnya membuat anak panahnya muncul dengan api merah di ujungnya. Smith segera mencari sesuatu yang bisa mereka gunakan sebagai obor dan mereka menemukan beberapa ranting dan rumput kering yang kemudian mereka ikat di bagian ujungnya, Jackson membakar rumput itu membuat api menyala seperti obor.

__ADS_1


"Ayo masuk." Smith berjalan memimpin, di sisi kiri dan kanannya Jackson dan Joanne melangkah beriringan.


"Di sini begitu gelap," gumam Joanne yang terus melangkah di sebelah kiri Smith. Mata gadis itu terus mengedar ke sekeliling, dan yang dapat dilihatnya hanyalah kegelapan.


"Dimana ramuan itu berada? Kenapa begitu jauh?" Jackson tak dapat menemukan ujung dari goa itu.


"Aku yakin hanya sebentar lagi." Sahut Smith yang terus berjalan bersama keduanya.


Langkah mereka akhirnya tiba di ujung lorong goa, dan mereka tiba di dalam goa yang begitu luas. Ketiganya dibuat terperangah saat melihat bagian dalam goa yang terang disinari oleh bebatuan di atap goa yang bersinar, membuat langit-langit goa itu terlihat seperti di hiasi oleh gemerlap cahaya bintang di malam hari.


"Indah," gumam Smith di sampingnya.


"Iya. Sangat indah." Sahut Joanne.

__ADS_1


"Di sana!" Jackson menunjuk ke tengah-tengah goa yang lebih terang, di tengah-tengah goa itu mereka bisa melihat botol berisi ramuan istimewa yang mereka cari. Botol kaca ramuan itu menyala bagaikan lampu, cahayanya berwarna putih keunguan.


"Cepat kita ambil setelah itu kita selesaikan misi ini." Joanne menatap kedua rekannya, mereka berdua menganggukkan kepala pelan kemudian melangkah. Tapi belum sampai dua langkah, secara mendadak sesuatu melintas di dinding yang dalam seketika membuat obor dalam genggaman Smith mati dalam seketika.



"Apa itu?" Joanne mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Ada yang tidak beres." Smith mencari sesuatu yang dianggapnya terasa ganjil.


"Sepertinya itu adalah monster yang menjaga tempat ini." Kata Jackson yang kini menarik busur panahnya mempersiapkan diri pada setiap serangan apapun yang datang secara tidak terduga. Anak panahnya menyala, sedangkan Smith kini menggenggam erat pedang dalam genggamannya. Pedang miliknya itu kembali bersinar, menampakkan warna biru tenang yang kini menghiasi kegelapan yang menyelimuti mereka.


Makhluk itu kembali melintas, geraknya yang cepat dapat mereka rasakan dari hembusan angin yang tercipta.

__ADS_1


"Apa itu tadi?" Joanne melangkah ke belakang Smith. Ia tidak akan bisa melawan apalagi ia tidak memiliki senjata yang benar-benar bisa digunakan olehnya, jarumnya tidak akan bisa ia gunakan.


...***...


__ADS_2