Play To Win

Play To Win
Level 117 - Joanne


__ADS_3

...***...


"Akan aku bunuh kau!"


Joanne berlari ke arahnya, menembak si ular itu berulang kali. Makhluk itu bergerak melepaskan lilitannya dari Smith yang telah mengeras menjadi batu.


"Aku yang lebih dulu akan membunuhmu, dan kau akan menjadi koleksi istimewa ku!" Si ular bergerak menuju arahnya, melompat secepat yang ia bisa hingga tiba di dekat Joanne.


Gadis itu spontan menggulingkan tubuhnya ke arah lain hingga ia tersungkur jatuh di lantai kayu.


Joanne cepat-cepat bangun dari posisinya menembak si ular berulang kali dengan pistol lasernya.


Si ular menggerakkan ekornya, membuat pistol dalam genggamannya Joanne terpental jauh ke sudut lain.


"Sial!" Joanne lari, berusaha untuk mengambil pistolnya. Namun lebih dulu si ular bergerak menuju arahnya.


Joanne melompat spontan sebelum si ular berhasil menahan langkahnya. Tapi posisi yang tidak stabil membuatnya jatuh tengkurap di lantai.


"Argh…" hanya beberapa meter lagi saja, Joanne bisa mengambil pistolnya.


Joanne bergerak, merangkak agar bisa meraih senjatanya sayangnya si ular lebih dulu bertindak, melingkarkan ekornya pada pergelangan kaki Joanne kemudian menarik kakinya hingga Joanne terseret ke belakang.

__ADS_1


"Sial! Dasar curang!" Pekik Joanne kesal. Joanne berusaha memberontak, ia berusaha untuk membebaskan diri. Berpegangan pada lantai kayu yang tidak terlalu rata itu.


Si ular berhasil menariknya hingga berada di dekatnya, makhluk itu menggerakkan tubuhnya. Melilit Joanne hingga gadis itu tak mampu bergerak.


"Kena kau, aku sudah lelah terus bermain-main denganmu. Sekarang mari akhiri ini semua dan akan aku jadikan kau koleksi istimewa ku."


"Lepaskan aku!" Joanne memberontak sedangkan si ular langsung mengeratkan lilitannya.


Joanne semakin kesulitan untuk bergerak, "aku tidak bisa bergerak…" gumam Joanne dengan sedikit tertahan.


"Sekarang ayo lihat aku."


Ia kembali mengeluarkan desisnya. Joanne memejamkan kedua matanya seraya memalingkan wajahnya. "Aku jangan terpedaya! Jangan lihat dia!" Joanne merapal kalimat itu dalam hatinya.


Joanne mengeratkan pejaman matanya. Kalau ia membuka mata, maka tamat sudah riwayatnya. Ia akan menjadi batu, dan itu sama saja artinya dengan tak bisa menyelamatkan Neva sahabatnya.


"Aku tidak boleh menatap matanya. Aku harus kuat. Jangan menatap matanya." Batin Joanne.



...*...

__ADS_1


Ra mengantarkan Jackson hingga tiba di tempat dimana si ular raksasa hitam itu berada.


"Ini tempatnya." Kata Ra begitu mereka tiba di lorong dekat sana. Mereka menghentikan langkahnya seketika begitu hampir mencapai pintu masuk.


Jackson menangkap suara yang tampaknya berasal dari si ular. "Aku tidak akan bisa mengantarkanmu hingga ke dalam. Kau urus saja sisanya," ujar Ra.


"Kau tenang saja. Serahkan semuanya padaku!" Jackson beranjak dari sana.


"Kita mengobrol setelah ini," tutur Laurence pada Ra.


"Baik."


Laurence mengikuti Jackson dan hilang di tempat yang seharusnya, menjaga Kane Collection yang memang seharusnya ia jaga.


Jackson mendengar suara desis dari si ular. Dan Joanne terdengar beberapa kali bergumam seakan-akan berdoa dengan suara yang cukup keras berharap si ular melepaskan lilitannya dari tubuhnya.


"Joanne?" Jackson mempercepat langkahnya, berlari menuju arah pintu masuk.


Tiba di sana, ia melihat Joanne yang dililit ular besar berwarna hitam dengan mata menyala. Sementara Joanne berusaha membebaskan dirinya.


Jackson mengeluarkan pistolnya dan cepat-cepat menembak si ular itu dengan pistolnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2