Play To Win

Play To Win
Level 159 - Jalan keluar


__ADS_3

...***...


"Apakah jangan-jangan setiap dinding di ruangan ini terus bergerak sesuai dengan seberapa banyak aku bergerak?" Smith terdiam memperhatikan setiap dinding yang mengelilingi dirinya.


"Kalau memang benar, itu berarti bisa saja kalau sejak tadi aku, Joanne dan Jackson sebenarnya memang berada saling berdekatan satu sama lain; hanya saja terpisahkan oleh dinding yang terus bergerak."


"Sekarang, semua ini masuk akal kenapa aku tak kunjung menemukan mereka berdua."



...*...


Si manusia burung berusaha mencari jalan keluar dari ruangan yang kini mengurungnya. Ia terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berharap menemukan satu celah yang bisa ia jadikan sebagai jalan keluar.


"Sial! Kenapa aku harus terjebak di dalam sini?"


"Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa keluar?"


Pria itu masih berusaha untuk tenang dan berusaha menetralkan deru napasnya yang tak beraturan ketika ia mulai panik.


"Aku harus tetap tenang dan berusaha pikirkan cara agar bisa keluar dari dalam sini."

__ADS_1


"Tapi bagaimana? Bagaimana caranya?"


Kepala pria itu mendongak perlahan, menatap ke arah langit-langit ruangan yang baru ia sadari begitu tinggi. Membuatnya merasa seakan berada di lantai dasar di sebuah menara dengan satu lantai.


"Mungkin aku bisa keluar lewat atas," tuturnya.


Ia segera mengambil ancang-ancang, mengubah dirinya menjadi burung dan segera mengepakkan sayapnya menuju atas, berharap dirinya bisa bebas.


...*...


Joanne beranjak mengikuti si bayangan hitam yang dilihatnya, pergerakan si bayangan yang cepat membuatnya mau tidak mau harus berlari dari arah belakangnya.


Ia terdiam sejenak seraya berusaha mengumpulkan oksigen di sekitarnya. Joanne berada di jalan berliku, ia menoleh ke kiri dan kanan berusaha untuk melihat dimana dirinya berada.


"Aku sepertinya semakin tersesat."


"Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa keluar dan menemukan Jackson serta Smith?"


Joanne menoleh ke belakang, jalanan yang dilaluinya tadi telah berubah seperti yang sudah-sudah.


"Sepertinya… semua dinding yang aku lalui sejak tadi memang berubah posisi." Joanne memonolog.

__ADS_1


Ia menundukkan kepalanya dengan raut wajah bingung, entah apa yang bisa ia lakukan agar bisa keluar dari tempat ini.


"Tidak ada waktu untuk berdiam diri di sini. Bisa saja Jackson dan Smith telah pergi dan menemukan Kane Collection-nya." Joanne menggelengkan kepalanya pelan, berusaha menepis semua kegundahan.


"Sepertinya lebih baik aku fokus pada mencari Kane Collection-nya lebih dulu dibandingkan menemukan jalan keluar agar bisa bertemu Jackson dan Smith."


...*...


Jackson berhenti, ia mulai kebingungan mencari jalan yang tepat. Napasnya menderu tak beraturan.


"Aku tidak akan bisa menemukan jalan kalau setiap dinding yang ada di sini terus saja bergerak dan membuatku kebingungan." Tutur Jackson pelan.


"Aku harus memikirkan cara lain agar bisa keluar dari sini." Jackson berusaha memikirkan cara. Ia diam dengan otak yang terus berpikir, berusaha memecahkan masalah yang sedang dihadapi olehnya.


"Oh, aku tahu!" Jackson tersenyum simpul ketika ide terlintas di benaknya. Bergegas ia memanggil Laurence si kakek tua untuk membantunya. Biasanya dalam situasi seperti ini, dia selalu bisa diandalkan dan selalu berguna untuk membantunya menemukan jalan keluar.


Saat di panggil keluar, Laurence tengah bersantai; merebahkan tubuh ringkihnya di atas awan yang senantiasa bersama dengannya. Matanya terpejam menikmati waktu-waktu santainya.


"Ehem!"


...***...

__ADS_1


__ADS_2