Play To Win

Play To Win
Level 79 - Jadi kucing


__ADS_3

...***...


"Dimana benda itu? Apakah mungkin ada orang yang membawanya?" Gerutu si kepala desa yang tak kunjung menemukan permata landak agung yang dicarinya itu, ia sudah mencari ke seluruh sudut rumahnya. Tapi ia sama sekali tidak menemukan benda itu dimana pun.


"Tunggu, kalau liontin itu berada di rumah ini. Si taring emas tidak mungkin bisa sampai masuk kemari. Tapi kalau dia bisa sampai masuk, itu artinya…" ia membulatkan kedua matanya dan cepat-cepat melangkah pergi dari sana dengan raut wajah panik.


Tiba di luar, perhatiannya sudah di sita oleh keributan yang di dengarnya. Ia menghentikan langkah kakinya, menoleh ke arah suara yang di dengarnya. Di sana ia melihat si garang yang sedang berdebat dengan dua beast betina dengan di temani oleh Jackson. Mereka sedang berebut liontin yang sedang dicarinya.


Cepat-cepat ia menghampiri mereka semua dan berusaha untuk memisahkan mereka. Tapi karena mereka terus tarik-menarik akhirnya tanpa sengaja liontin dalam geggaman mereka itu terlempar ke arah Willy dan jatuh tepat di sampingnya.


Si taring emas dalam sekejap beralih fokus, ia melompat cepat dari atas tubuh Willy dan bergerak cepat menjauh dari mereka semua.



"Willy!" Joanne dan Smith berlari menghampiri beast itu dan berjongkok di dekatnya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Smith.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja…" lirih Willy. Joanne cepat-cepat meraih liontin di sampingnya dan bergerak menghampiri si taring emas.


"Kenapa kau bersikap begitu? Apakah kau begitu takut dengan ini?" Joanne mengulurkan tangannya ke arah harimau itu.


"Tidak! Menjauh dariku! Jauhkan itu!" Harimau itu berteriak.


"Dasar kucing pengecut! Kau takut dengan benda seperti ini?!"


"Aku akan kembali dan akan aku pastikan akan memakan kalian semua. Semua yang ada di desa ini!!!" Harimau itu bergegas berlari dari sana, meninggalkan desa yang kini sudah kacau.


Desa perlahan kembali seperti semula. Perhatian semua orang beralih pada Joanne, Smith dan Willy di sana.


"Kalian baik-baik saja?" Tanyanya dengan raut wajah cemas.


"Kami tidak apa-apa, hanya terluka sedikit. Bagaimana denganmu? Kau darimana saja?" Balas Smith.


"Kita bahas itu nanti. Ayo kita pindah dulu." Jackson berusaha membantu Willy bangun.

__ADS_1


...*...


"Makan ini." Joanne memberikan pil penyembuh pada Smith.


"Terima kasih," ucap Smith yang kemudian melahap pil itu dan menelannya dalam satu kali telan. Perlahan tubuhnya mulai membaik berkat pil yang diberikan oleh Joanne itu.


"Syukurlah lukamu tidak terlalu parah." Joanne menutup layar sistemnya, ia baru saja membalut luka Smith akibat cakaran harimau itu.


"Ya, aku juga lega karena lukanya tidak terlalu parah." Smith membenarkan pakaiannya.


Saat ini Smith, Joanne dan Jackson sedang berada di dalam ruangan yang tadi siang menjadi tempat interogasi mereka. Ketiganya ditemani oleh Willy yang kini terbaring beristirahat di salah satu kursi yang ada.


Diantara semua bangunan desa yang ada, tempat itu adalah salah satu diantara sedikitnya rumah warga yang selamat dari kebakaran yang terjadi beberapa menit yang lalu.


"Aku senang semuanya sudah kembali normal." Joanne menghela napas lega.


"Aku juga lega dia sudah pergi dan liontin itu sudah kembali ditemukan." Smith menimpali.

__ADS_1


"Tapi kira-kira, kenapa harimau itu tampak begitu takut dengan liontin?"


...***...


__ADS_2