Play To Win

Play To Win
Level 170 - Berjalan di labirin


__ADS_3

...***...


Jackson terus melangkah mencari jalan yang tepat agar bisa tiba di tempat dimana Kane Collection itu berada. Beberapa kali dirinya nyaris terbunuh akibat jebakan yang ada di dalam sana.


Jackson nyaris terbakar api, mati di tangan sekelompok ular dan kalajengking mematikan yang beracun, ia juga nyaris terjatuh ke dalam jurang dalam yang penuh dengan singa buas yang kelaparan.


Sudah berjam-jam dirinya berjalan mencari arah yang tepat, tapi selama itu juga dirinya terus melangkah ke jalan yang salah.


Jackson terus tersesat. Ia berjalan dari arah yang satu ke arah yang lain, setelah terus tersesat, Jackson terus memutuskan untuk kembali ke tempat semula ia datang.


"Arghh!!! Sial!" Jackson mulai lelah. Ia merebahkan tubuhnya sejenak di salah satu jalan yang aman dari semua jebakan yang ada.


Ia sudah lelah, kakinya mulai pegal akibat terus berjalan kesana-kemari melangkah di jalan yang salah.


"Sial! Aku tidak bisa menemukan jalan yang tepat. Kenapa tempat ini begitu membingungkan?"


"Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa menemukan jalan yang tepat?"

__ADS_1


"Aku harus membawa Kane Collection itu dan secepatnya keluar dari dalam sini lalu mencari Joanne dan Smith."


Jackson terdiam sejenak, ia berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan.


"Aku tidak boleh menyerah sekarang!" Gumamnya setelah terdiam beberapa saat dalam renungannya.


"Aku pasti bisa menemukan jalan keluar dari dalam tempat ini, mengambil Kane Collection yang ada dan bertemu lagi dengan Joanne dan Smith."


"Aku hanya perlu terus berusaha dan jangan menyerah. Karena kalau aku menyerah sekarang, bisa-bisa aku mati di sini tanpa bisa melanjutkan perjalanan."


"Mungkin saja saat ini, Joanne atau Smith sudah berada di ujung labirin dan sudah membawa dua Kane Collection lainnya."


"Kita harus mengumpulkan semua Kane Collection yang kita temukan dan keluar dari sini, berjuang untuk menang dan membebaskan orang-orang yang kita sayang."


Jackson beranjak pergi, dengan penuh keyakinan dan tekad yang kuat; ia memutuskan untuk kembali mencari jalan yang tepat. Kali ini dirinya bergerak lebih waspada, takut kalau-kalau dirinya salah jalan dan malah mati terbunuh sebelum sempat menyelesaikan misi dan permainan mereka ini.


Jackson mempercepat langkahnya, ia berjalan ke arah lorong yang belum sempat ia lewati.

__ADS_1



Jackson tiba di sana dan mendapati dua jalan bercabang yang berbeda. Ia diam sejenak dan berusaha berpikir jalan mana yang akan dipilihnya untuk ia tempuh.


"Kemana aku akan pergi?"


"Kanan, atau kiri?"


Jackson menatap bergantian jalan di kiri dan kanannya. Setelah mempertimbangkan banyak hal, ia lantas memutuskan untuk memilih jalan yang kiri dan berjalan cepat.


Di sana, Jackson tak menemukan jebakan apapun. Jalannya aman, ia tersenyum simpul dan terus berjalan.


"Pasti ini adalah jalan yang benar," pikirnya sembari terus melangkah hingga menemukan belokan.


Jackson berbelok ke arah sana, tapi langkahnya mendadak terhenti ketika secara tiba-tiba kedua matanya menangkap sosok makhluk bertubuh gempal nan besar yang berdiri di tepat di hadapannya.


Jackson tertegun tak bisa berkata-kata, ia menatap makhluk itu nyaris tak berkedip saking terkejutnya.

__ADS_1


Tubuhnya besar berwarna hijau dengan bulu-bulu halus menghiasi tubuhnya, wajahnya dihiasi dengan taring tajam.


...***...


__ADS_2