Play To Win

Play To Win
Level 17 - Infeksi


__ADS_3

...***...


"Itu bukan tikus tanah," gumam Smith. Joanne dan Jackson menoleh serentak ke arahnya.


"Lalu apa—"


Joanne terbelalak begitu melihat monster besar itu keluar dari dalam tanah, menggeliat dengan bagian mulutnya yang terbuka.


"ROARRR!!!"


Monster itu bergerak menuju arah mereka, Jackson, Joanne dan Smith melompat, menghindar dari serangannya.


"Akh—" Joanne meringis kesakitan begitu tubuhnya bergesekan kasar dengan tanah.


"Apakah dia adalah worm raksasa yang dimaksud?" Jackson bergumam pelan, matanya menatap ke arah monster worm raksasa yang kini meliuk ke arah mereka.


"Itu memang dia." Smith bangun, mencengkram erat pedang dalam genggamannya dan berlari menuju arah worm itu untuk melawannya.


"ROARRR!!!"


Worm itu balik merang Smith. Pria itu melompat, menghindar dari arah yang satu ke arah yang lain.


"Kita tidak boleh diam saja." Joanne bangkit dari posisinya.

__ADS_1


"Kau benar." Jackson mengangkat busur dalam genggamannya lalu mengarahkan anak panah yang muncul itu ke arah worm raksasa yang tengah berhadapan dengan Smith. Jackson melepaskan anak panahnya, dan menyerangnya berulang kali. Sialnya kulit worm itu terlalu keras dan sulit untuk mereka mengalahkannya.


"Apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin aku diam saja." Joanne bergumam pelan, ia mencoba mencari cara membantu kedua rekannya. Tangannya bergerak mencari sesuatu di sistemnya yang bisa membantu mereka.


"Tidakkah ada yang lebih berguna dari semua ini?" Joanne mulai frustasi, ia terus menggeser layar sistemnya hingga menemukan jarum terapi dengan ukuran yang cukup besar. "Ah, ini bisa aku gunakan," gumamnya seraya meraihnya bersama dengan racun yang di dapatnya.


Joanne bergegas melumuri jarumnya dengan racun yang di dapatnya. Ia berlatih sebentar cara melemparkan jarum dengan benar agar bisa tepat mengenai sasarannya.


Sementara itu, Smith terus menyerangnya dari jarak yang sangat dekat. Berusaha berulang kali menyayat tubuh worm itu, sialnya terlalu keras.


"Akh—" Smith mengerang kesakitan begitu lengannya kembali terasa nyeri. Tubuhnya lemas dan pandangannya sedikit kabur. Ia terdiam seketika. "Ada apa denganku?" Pikirnya.



Layar sistem muncul di hadapannya secara tiba-tiba.


...____________________...



Rasa sakit pada bagian luka secara berulang.


Mati rasa pada bagian yang terkena gigitan.

__ADS_1


Kelumpuhan anggota tubuh.


Tidak sadarkan diri secara berulang.


Mati seiring dengan infeksinya yang semakin parah.



...Sisa waktu: 00:35:45...


...____________________...


Smith berusaha mengatur nafasnya. Tangannya masih benar-benar terasa sakit dan mulai tidak bisa ia gerakkan. "Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin mati seperti ini, aku harus bertahan hingga aku bisa membebaskan Kay." Batinnya.


Smith terdiam di tempatnya masih berusaha menguasai dirinya. "Waktuku benar-benar tidak banyak, aku harus cepat-cepat mencari cara agar aku bisa selamat."


"Smith! Merunduk!" Jackson berteriak ke arahnya. Smith menoleh ke arah belakang, tapi refleks-nya yang lambat membuatnya terpental jauh akibat serangan worm yang tiba-tiba muncul dan menyerangnya dari arah belakang itu.


BRUKK!!!


Smith menabrak salah satu pohon besar yang ada di sana, rasa nyeri seketika menjalar di punggungnya. Ia meringis kesakitan.


"Smith!" Joanne bergegas berlari menghampirinya, ia berjongkok di dekatnya. "Kau tidak apa-apa?" Tanyanya dengan raut wajah cemas.

__ADS_1


"A-aku baik-baik saja," ucap Smith sedikit tertahan.


...***...


__ADS_2