Play To Win

Play To Win
Level 16 - Di antara ketenangan


__ADS_3

...***...


Jackson, Joanne dan Smith terus melangkah hingga mereka bertiga tiba di tengah hutan yang bagian tengahnya gundul di penuhi dengan padang tandus. Hanya bagian tanah lapang itu yang tidak di tumbuhi oleh pepohonan, sedangkan sekitarnya masih lebat di hiasi dedaunan dan pohon yang menjulang setinggi belasan meter dari atas permukaan tanah.


Jackson, Smith, dan Joanne menghentikan langkah mereka begitu ketiganya tiba di sana.


"Menurut peta seharusnya ini sudah masuk ke dalam zona level 2." Jackson diam memandangi tanah lapang di hadapan mereka.


"Di sini begitu tenang, beda dari level sebelumnya. Apakah benar ini adalah level 2?" Joanne merasa ragu. Ia menampilkan kembali layar sistemnya dengan mengibaskan tangannya di udara ke arah kanan, layar sistemnya itu muncul; menampakkan peta dan letak keberadaan mereka saat ini.


"Ini memang tempatnya. Tapi kenapa begitu hening?" Joanne mengerutkan keningnya bingung.


"Sepertinya worm itu berada di dalam sana." Jackson menunjuk ke arah goa yang tidak sengaja dilihatnya. Goa itu berada di ujung lapangan luas yang mereka lihat. Goa-nya begitu gelap dan besar, berada tepat di bawah tebing tinggi yang ada di atasnya.


"Huh? Oh, mungkin kau benar. Ingat mengenai Clue yang kita baca? Dalam Clue itu mengatakan kalau untuk bisa menemukan ramuannya, kita harus melangkah lebih dalam menuju kegelapan." Joanne menyahut.

__ADS_1


"Kau pintar! Sepertinya memang itu artinya. Kalau begitu ayo pergi." Jackson dan Joanne bersiap untuk melangkah menuju goa.


Smith terdiam, ia merasa ada yang ganjil. "Aku yakin bukan itu arti dari Clue yang di berikan Davian," pikirnya. Matanya mengedar menatap ke sekeliling lapangan, begitu tenang nyaris seperti tidak ada kehidupan sama sekali. Dan hal ini membuatnya semakin bersikap waspada, karena biasanya yang tenang patut untuk di curigai.



"Tunggu!" Smith menghentikan langkah kedua rekannya. Jackson dan Joanne menoleh ke arahnya yang baru saja menghentikannya.


"Tunggu apa lagi? Kita tidak memiliki banyak waktu!" Kata Jackson sembari menatapnya.


"Apa maksudmu dengan yang tidak beres?" Jackson tak mengerti.


"Tidakkah kalian merasa curiga dengan ketenangan ini? Bukankah sangat aneh kalau di level ini begitu tenang?" Smith masih mencari sesuatu yang dirasanya ganjil.


"Apa yang dia katakan itu benar." Joanne membenarkan ucapannya.

__ADS_1


"Apanya yang harus kita curigai? Di sini tidak ada yang akan menyerang kita, sudah jelas-jelas worm raksasanya ada di dalam sana." Sahut Jackson.


Smith tiba-tiba melihat sesuatu yang bergerak dari dalam tanah, padang tandus yang semula rata itu perlahan menampakkan gundukkan tanah yang bergerak seperti jejak seekor tikus tanah.


"Di sana! Lihat itu!" Teriak Smith, Joanne dan Jackson berbalik; mereka membulatkan kedua matanya begitu melihat jejak itu mengarah pada mereka. Spontan keduanya bersiap untuk menyerang, Jackson menggenggam busur dalam genggamannya. Sementara Joanne mengepalkan kedua tangannya dengan kuda-kuda yang sudah ia persiapkan, pun Smith yang kini mengangkat pedang dalam genggamannya.


"Makhluk apa itu?" Jackson bergumam yang suaranya bisa di dengar kedua rekannya.


"Aku rasa itu tikus tanah," sahut Joanne.


"Tapi bukankah dalam misi tidak di jelaskan kita akan berhadapan dengan tikus tanah?" Jackson mengerutkan keningnya.


"Itu bukan tikus tanah," ucap Smith.


...***...

__ADS_1


__ADS_2