
...***...
"Cari di setiap sudut ruangan! Manusia itu pasti ada di dalam sini!" Teriak Griffin yang tadi melihat Joanne masuk secara diam-diam.
Semua Griffin yang ada mengangguk dan mulai bergerak menyebar ke seluruh penjuru istana untuk mencari keberadaan Joanne yang berhasil masuk secara diam-diam.
Di sisi lain, Joanne yang telah berhasil mengambil Kane Collection yang di jaga oleh si Griffin langsung keluar dari dalam ruangan tersebut dan melangkah menuju pintu keluar.
"Itu dia!" Teriak Griffin yang berhasil melihatnya.
"Sial!" Pekik Joanne ketika melihat Griffin itu memergokinya keluar dari ruangan Kane Collection itu berada.
"Tangkap!" Teriak yang lain seraya bergerak, terbang menuju arahnya.
"Aku harus lari dari sini." Pikir Joanne yang segera berlari menuju arah pintu depan.
Semua Griffin di belakang mengejar dengan kecepatan tinggi, Joanne tak tinggal diam. Ia tak ingin di tangkap dan mati di tangan mereka.
Joanne melawan, menembak semua Griffin yang ada dengan pistolnya. Beberapa Griffin jatuh, menyisakan beberapa Griffin lain.
"Dia di arah selatan!" Teriak satu Griffin memberitahu pada yang lain posisi Joanne saat ini berada.
__ADS_1
"Sial! Kalau seperti ini, aku tidak akan bisa lolos dengan mudah." Pikir Joanne yang terus berlari dan sesekali menembak di Griffin yang mengejarnya dari arah belakang.
"Aku tak bisa keluar lewat pintu yang sama. Aku harus cari jalan keluar lain."
Joanne berlari mengelilingi istana. Beberapa kali ia nyaris tertangkap oleh mereka. Beruntung Joanne berhasil meloloskan diri hingga mereka gagal menangkapnya.
Joanne melompat, ia berlari dari sudut yang satu ke sudut yang lain. Berguling kemudian melakukan sedikit parkour hingga akhirnya tiba di pintu lain tanpa di duganya.
"Jalan keluar." Joanne merekahkan senyumannya seraya mempercepat langkahnya menuju arah pintu yang dilihatnya.
"Kejar!" Teriak di Griffin di belakangnya.
Joanne terdiam di ujung pintu, ia menunduk menatap ke bawah. Cukup tinggi. Kalau dirinya terjatuh pasti akan terasa sakit, tapi takkan sampai membuatnya mati terbunuh.
"Dia di sana!" Griffin yang tadi kembali berteriak seraya terbang padanya.
Joanne menoleh ke arah segerombolan Griffin yang bergerak di belakangnya.
"Tidak ada pilihan lain." Pikirnya yang kemudian memantapkan hatinya.
__ADS_1
Joanne memejamkan matanya sebentar seraya mengepalkan kedua tangannya erat guna meyakinkan dirinya.
Joanne membuka mata, ia kemudian berlari dan melompat dari atas sana.
BRUKK!!!
Tubuhnya menghantam keras tanah tandus di bawah sana. Joanne meringis sedikit ketika tubuhnya benar-benar terasa sangat sakit.
Griffin yang tadi terbang di belakangnya mulai keluar dari pintu yang sama dengannya.
"Aku harus pergi secepatnya."
Joanne bangun tertatih, ia berlari menuju pintu keluar. Beruntung Griffin yang tadi menjaga di luar semuanya telah masuk ketika ia tahu berhasil menyelinap.
Joanne berlari keluar dari istana si Griffin dengan segerombol makhluk itu gerbang mengejarnya dengan kecepatan tinggi.
"Kalian takkan bisa menangkapku!" Kata Joanne yang kemudian mengeluarkan beberapa jarum dan melemparkannya ke sembarang arah hingga membuat benda itu berkilauan ketika terkena sinar matahari. Perhatian beberapa Griffin dalam seketika teralihkan.
Beberapa diantara mereka bergerak menghampiri kilauan yang di lihatnya. Tapi tak sedikit pula yang masih terus mengejarnya tanpa menghiraukan kilau jarumnya.
...***...
__ADS_1