Play To Win

Play To Win
Level 75 - Harimau


__ADS_3

...***...


Smith mendadak merasa terganggu oleh suara teriakan yang entah darimana, namun begitu jelas. Ia yang sedang tertidur spontan membuka kedua matanya dan bangun dari tempat duduknya untuk memastikan apakah suara-suara yang di dengarnya itu mimpi atau bukan.


Ia terdiam, berusaha mengumpulkan kesadarannya yang masih tertinggal separuh di dunia mimpinya.


Cahaya dari jendela di dekatnya, menyita perhatian. Smith bangun dari ranjang tidurnya dan menatap keluar jendela.


Ia membulatkan kedua matanya, terkejut dengan apa yang kini dilihatnya. Kobaran api membara dimana-mana, teriakan para penduduk desa bergema; saling bersahut-sahutan. Para penduduk beast panik, berlarian dari arah yang satu ke arah yang lain. Berusaha untuk menyelamatkan diri.



Smith terdiam, otaknya masih berusaha untuk memproses setiap kejadian yang dilihatnya. Ia mengucek kedua matanya, setelah memastikan semua ini bukan mimpi; bergegas ia bergerak menuju ranjang tempat dimana Joanne terbaring di sana.


"Joanne, bangun!" Ucapnya berusaha untuk tenang. Gadis muda itu terusik dengan suara seraknya.


Joanne membuka kedua matanya dan beradu pandang sejenak dengan Smith.


"Ada apa? Kenapa kau membangunkan ku?" Tanyanya dengan suara khas orang baru bangun tidur.

__ADS_1


"Ada yang tidak beres, desa terbakar dan semua orang berlarian di luar." Smith meraih pistolnya.


"Apa maksudmu?"


"Kita harus pergi dan cari tahu apa yang terjadi. Cepat!" Smith berjalan menuju arah ranjang yang di tempati Jackson, sementara Joanne kini sibuk mengikat rambutnya sembari meraih pistolnya.


"Dimana Jackson?" Smith menoleh ke arah Joanne.


"Mana aku tahu?" Joanne mengedikan bahu.


Smith melangkah keluar, dibelakangnya Joanne berlari mengikutinya. Belum sempat mereka berdua keluar lewat pintu; sesuatu lebih dulu menerobos masuk secara paksa ke dalam kamar mereka hingga membuat pintunya roboh.


Perlahan asap itu menyusut hingga membuat makhluk yang baru saja masuk itu terlihat jelas.


"H-harimau…" Joanne bersembunyi di belakang Smith, kedua matanya terbelalak; terbuka sempurna ketika mendapati kucing besar bertaring tajam itu berdiri diambang pintu.


"Tetap di belakangku." Smith menggenggam pistolnya dengan kedua tangan.


"Pantas saja ada aroma lain yang lebih sedap di dalam sini… ternyata, manusia…" harimau itu bergerak mendekat, Joanne dan Smith berjalan mundur secara perlahan.

__ADS_1


Smith mengangkat tangannya, menodongkan pistol dalam genggamannya itu tepat ke arah harimau yang berdiri di hadapan mereka.


"Kalian akan menjadi santapan spesial bagiku malam ini." Harimau itu membuka mulutnya. Kuku-kukunya menajam siap untuk menerkam mereka.


"S-smith… apa yang harus kita lakukan?" Joanne gemetar ketakutan, ia mencengkram kemeja bagian pundak Smith dengan keras.


"Dengarkan aba-aba dariku," bisik Smith.


"H-huh?" Joanne menatapnya dengan raut wajah bingung.


Harimau itu mengaum, berlari menuju arah mereka dan melompat ke arahnya. Smith bergerak cepat, menembaknya berulang kali.


"Lompat!" Teriak Smith.


"Eh?" Joanne tertegun. Smith menarik tangannya, melemparkan tubuh ringan Joanne hingga membuat gadis itu menggelinding hingga ke pintu keluar.


Smith melompat, berputar di lantai hingga tiba di dekat Joanne. Gadis itu bangun, memegangi kepalanya yang bertabrakan kasar dengan lantai. "Argh… sakit, bisakah kau melemparkan ku dengan sedikit lebih lembut?" Gerutu Joanne kesal.


...***...

__ADS_1


__ADS_2