Play To Win

Play To Win
Level 6 - It's show time!


__ADS_3

...***...


...“Jika salah satu diantara kalian yang berhasil mengumpulkan semua Kane Collection yang ada dan mempertahankannya hingga level terakhir, maka kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan.”...


Mendadak perhatian mereka beralih pada cahaya yang mereka lihat dari kegelapan, jaraknya sangat jauh dari tempat mereka berada. Dan tepat di bawah cahaya itu, mereka melihat tiga buah balok es berisi orang berbeda yang mereka kenal.


"Neva." Joanne menatap satu balok es berisi gadis yang tak lain sahabatnya.


"Kay." Smith menatap satu-satunya pria di dalam es beku itu, dia adalah sepupunya.


"Charis…" Jackson menatap kekasihnya di sana.


Lampu itu tiba-tiba saja mati dan menampakkan kegelapan yang sama seperti semula.

__ADS_1


...“Ingat! Jangan biarkan Kane Collection itu jatuh pada tangan Davian kalau kalian ingin mereka bebas. Dan perlu kalian ingat juga, bahwa hanya ada satu yang akan menang.”...


Jackson mengepalkan tangannya. "Aku harus menyelamatkan Charis…" gumamnya pelan. Ia kemudian beradu pandang dengan Joanne dan Smith yang sama sepertinya, sama-sama ingin orang yang mereka sayangi bebas dari tempat ini.


...“It's show time!”...


Lampu di seluruh ruangan itu tiba-tiba saja menyala menampakkan dengan jelas seisi ruangan yang mereka tempati saat ini, mereka terkejut bukan main begitu melihat di sekeliling mereka. Tepat mengepung mereka, sekumpulan zombie yang seketika bergerak begitu cahaya itu menyinari mereka.


Joanne gemetar ketakutan, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia merapatkan punggungnya ke arah Smith dan Jackson yang kini berada dalam posisi sama-sama memunggunginya.


"Bermimpilah, karena aku yang akan memenangkannya dan membebaskan sepupuku." Smith menyahut. Satu zombie menyerangnya tapi dengan gesit ia melawan zombie itu lagi dengan kemampuan beladiri yang dimilikinya.


Jackson tak mau kalah, dan mulai sibuk menyerang zombie itu dengan tangan kosong.

__ADS_1


Di sisi lain, Joanne masih terdiam di tempatnya dengan taman gemetar. Ia diam terpaku ditempatnya dengan kepala tertunduk dan rasa takut yang menyelimutinya. Rasa takutnya semakin besar begitu ia melihat zombie itu semakin mendekat ke arahnya beruntung Jackson dan Smith membantu menangani bagiannya juga.


"Aku takut…" gumamnya dengan mata berkaca-kaca. "Tapi aku tidak ingin kalah, aku ingin membebaskan Neva dan keluar dari sini." Joanne memejamkan kedua matanya.


Jackson melirik ke arahnya yang kini malah diam dan tak melawan. "Sepertinya kau sama sekali tidak ingin orang yang kau sayangi itu bebas," ucapnya yang kemudian menyeringai.


"Bagus, setidaknya penghalangku untuk bisa menang berkurang satu," sambungnya yang kembali menyerang semua zombie yang terus berusaha menggigitnya dan menjadikannya salah satu diantara mereka.



"Kyaa!!!" Anak perempuan itu menjerit ketakutan ketika angsa di belakangnya terus mengejarnya berusaha untuk mematuknya. Air mata anak itu bahkan sudah keluar membasahi wajah imutnya.


"AAAA!!! Pergi kau angsa nakal!!!" Anak perempuan lain berlari menghampiri angsa itu dengan sebuah kayu ditangannya, ia mengejar angsa itu membuatnya pergi menjauh dari sahabatnya. "Kau aman sekarang Luve." Neva Quela tersenyum simpul ke arah Joanne kecil yang kini terduduk di tanah dengan penampilan berantakan. Neva menghampirinya, "kau tidak apa-apa?"

__ADS_1


...***...


__ADS_2