
...***...
"Kau tidak boleh bicara seperti itu! Kita datang kemari bersama, dan kita sudah berjanji untuk bekerjasama dan menghadapi semuanya bersama. Kenapa kau harus berbicara seperti itu?!" Ujar Jackson yang tampak kesal dengan ucapannya, hatinya terasa sakit ketika gadis itu mengucapkan kalimat itu.
"Apa yang Jackson ucapkan itu benar. Kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu? Kita bisa menghadapi semuanya bersama, jangan pernah berbicara seperti itu." Smith menimpali.
"Teman-teman… kalian ingat dengan janji kita di hutan waktu itu 'kan? ‘Kita datang dengan tujuan yang sama, dan bekerjasama agar bisa kembali bersama dengan orang-orang yang kita sayangi. Tak peduli walaupun salah satu diantara kita gagal. Walaupun yang lain gugur, yang tersisa harus terus melanjutkan perjuangannya dan mengakhiri ini semua.’" Joanne mengucapkan janji yang pernah mereka buat, atmosfer sekeliling berubah. Joanne menatap kedua rekannya berkaca-kaca, begitu juga dengan Jackson dan Smith yang merasakan matanya mulai memanas dan berkaca-kaca.
"Aku sudah kehilangan orang yang aku sayangi. Dan aku tidak mungkin mau mengalami hal itu untuk yang kedua kalinya." Joanne berusaha menahan tangisnya.
__ADS_1
"Aku bersalah, dan mungkin ini adalah titik dimana aku harus gugur serta menanggung semua kesalahanku. Aku tak mungkin menyeret kalian bersamaku, kalian berdua tidak bersalah. Maka dari itu, biarkan aku yang berkorban dan kalian tetap lanjutkan perjalanan kalian. Akhiri ini semua, demi aku, dan demi orang-orang yang kita sayangi. Bebaskan mereka semua, dan akhiri permainan ini."
"Joanne…" Jackson menundukkan kepalanya, kedua tangannya terkepal. Hatinya benar-benar terasa sakit, begitu juga dengan Smith yang kini hanya bisa diam tak bersuara.
Joanne menghampiri kedua rekannya, memeluk kedua pria dewasa itu erat sebagai ucapan perpisahan mereka.
Sementara itu, Poo yang mendengar ucapan Joanne merasa tertampar. Begitu juga dengan beast yang lainnya.
Beast yang mendengar ucapannya itu spontan menoleh padanya. Poo diam dengan kepala tertunduk, tangannya mencengkram erat liontin itu.
"Apa kau gila? Kane Collection itu di percayakan pada kita untuk di jaga!" Teriak si betina berpita merah muda.
__ADS_1
"Tapi mereka melakukan itu untuk bisa kembali bersama dengan orang yang mereka sayangi. Apakah kau tidak mengerti apa artinya kehilangan dan tak bisa bersama dengan orang yang kau sayangi?!" Pekik Poo yang dalam sekejap membuat si betina bungkam dan menundukkan kepalanya, sudah jelas ia tahu bagaimana rasanya.
Si betina juga pernah mengalami hal itu, kehilangan ibunya. Orang yang paling ia sayangi. Dan hal itu adalah hal paling menyakitkan dan paling berat yang pernah ia alami dalam hidupnya.
"Aku mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang di sayangi…" Poo menoleh pada Lulu, beradu pandang dengannya sebelum kemudahan meraih tangan sahabatnya itu dan menggenggamnya erat.
Jackson dan kedua rekannya melerai pelukan mereka, memandangi beast yang kini tengah berdebat dihadapan mereka.
Si kepala desa terdiam sejenak, sebelum kemudian berucap, "mungkin ini sudah saatnya untuk kita lepaskan Kane Collection yang kita jaga…"
Semua orang beralih padanya. "Kita sudah sangat lama menjaganya, dan sepanjang usaha kita menjaganya… kita sudah banyak mengalami kesulitan, mulai dari kehilangan orang yang kita sayangi hingga pertumpahan darah…" ucapnya.
__ADS_1
...***...