Play To Win

Play To Win
Level 85 - Ide gila


__ADS_3

...***...


Perhatian Poo mendadak beralih pada cahaya yang bersinar di sudut ruangan. Dalam kotak kayu berlapis kaca; ia dapat melihat dengan jelas kilauan dari liontin permata landak agung yang dalam sekejap menyihirnya, menghipnotisnya untuk mengambil benda itu dan menjadikannya sebagai miliknya.


"Jadi di sana dia menyembunyikan Kane Collection-nya?" Pikir Joanne seraya terus diam memperhatikan si kepala desa.


"Lebih baik kita pergi dari sini, lagipula tidak ada yang menarik. Kita juga harus mencari Willy." Lulu menyarankan. Poo dan Joanne mendadak tersadar dari lamunannya.


Mereka bertiga lantas beranjak dari tempatnya berada saat ini, dan melanjutkan langkah menuju tempat dimana Willy berada.



...*...

__ADS_1


Malam tiba. Sama halnya seperti malam-malam sebelumnya, malam ini juga langit tampak terang di hiasi oleh bulan purnama dan gemerlap cahaya bintang yang bertaburan di langit malam.


Usai makan malam bersama dengan yang lain di lapangan belakang terbuka, Jackson dan teman-temannya memutuskan untuk kembali ke kamar tidur mereka untuk mempersiapkan diri beristirahat. Ada sesuatu yang ingin di ucapkan oleh Joanne pada kedua rekannya mengenai temuannya hari ini.


Semenjak tahu dimana mereka menyembunyikan Kane Collection yang di cari, Joanne menjadi gelisah dan terus kepikiran mengenai benda yang harus mereka dapatkan itu.


Dan ide gilanya pun, muncul.


"Apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Smith yang kini duduk di sebelah Jackson. Mereka bertiga duduk berkumpul membentuk sebuah lingkaran. Atmosfer serius terpancar dari raut wajah gadis itu, dan terasa sangat jelas bahwa ada hal penting yang hendak ia sampaikan padanya juga Jackson.


"Apa? Benarkah? Dimana?" Jackson melayangkan pertanyaan beruntun.


"Aku menemukannya di dalam sebuah ruang rahasia yang berada di dalam tanah, ruangan itu adalah ruangan yang selalu mereka gunakan sebagai persembunyian ketika si taring emas itu datang dan mengganggu mereka." Jelas Joanne.

__ADS_1


"Okay, kita sudah tahu dimana benda itu disimpan. Lalu apa yang akan kau lakukan setelah tahu dimana benda itu berada? Lagipula walaupun kita tahu, bukan berarti kita bisa mengambilnya begitu saja dari mereka. Kita harus memintanya secara baik-baik." Kata Smith. Jackson menoleh ke arah temannya itu.


"Benar apa yang di katakan Smith, kita harus memintanya secara baik-baik. Tidak ada gunanya kita mengetahui dimana mereka menyimpannya." Jackson membenarkan.


"Lalu apa kalian memiliki ide untuk memintanya pada mereka?" Joanne bertanya. Ia sudah nyaris frustasi dengan misi mereka kali ini. Menunda perjalanan selama satu Minggu cukup untuk membuatnya lelah. Ia ingin cepat-cepat semuanya berakhir, tapi kalau mereka menunggu selama ini. Maka kapan mereka akan bisa membebaskan orang-orang yang mereka sayangi?


"Aku masih berusaha memikirkan cara untuk itu," kata Smith yang di angguki Jackson.


"Bagaimana kalau kita mencurinya lalu secepatnya pergi dari sini?" Joanne memberikan ide. Smith dan Jackson membulatkan kedua matanya.


"Kau gila? Kau ingin dapat masalah?!" Jackson memekik, ia benar-benar tidak habis pikir dengan ide gila Joanne.


"Ssstt… jangan keras-keras! Lagipula kita tidak memiliki cara lain selain ini. Kalau kita meminta baik-baik mereka pasti tidak akan memberikannya pada kita, lagipula aku sudah lelah menunda perjalanan kita." Joanne menundukkan kepalanya, frustasi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2