
...***...
"Mungkin saja semua ukiran di dinding ini akan membawaku keluar dari dalam sini, membantuku menemukan keberadaan Jackson dan Joanne." Smith berjongkok pelan, ia menatap ukiran yang tergambar di dinding yang sama. Entah untuk yang ke berapa kalinya ia memperhatikan ukiran yang ada di dinding.
...____________________...
...Selamat!...
Diantara yang lain. Kau selalu memperhatikan detail terkecil dan selalu mencari pertunjukan agar bisa memecahkan setiap masalah yang kau hadapi. Hal ini tanpa sadar telah mempermudah dirimu untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada.
Ukiran di dinding yang kau lihat bukanlah ukiran biasa, karena di ukiran tersebut tersirat makna serta cara agar bisa keluar. Untuk bisa bebas, maka kau perlu menerjemahkan setiap ukiran yang kau lihat.
Note: Kau harus berpikir cepat, karena semakin lama kau lambat; sama artinya dengan semakin sedikit pula kemungkinan mu untuk bisa keluar dan melihat kedua rekanmu lagi.
∆ Clue: Apa yang kau anggap rumit terkadang berbeda dengan apa yang sebenarnya. Untuk bisa bebas, berpeganglah pada hati dan pikiranmu. Maka dengan begitu kau akan bebas.
__ADS_1
...____________________...
Layar sistem muncul secara tiba-tiba dihadapan Smith. Pria itu terdiam memperhatikan tulisan yang muncul di layar.
"Ini… petunjuk?"
"Mungkinkah aku bisa keluar dengan mengandalkan semua ukiran yang ada di dinding?" Gumam Smith.
Otaknya mulai bergerak berusaha mencerna setiap informasi yang ditangkap otaknya.
"Apa maksud dari semua pola ini?"
...*...
__ADS_1
Si manusia burung terus mengepakkan kedua sayapnya hingga dirinya berhasil keluar dari dalam labirin tersebut.
Ia mengepakkan sayapnya di udara luar. "Akhirnya aku bisa keluar dari dalam sana," gumamnya seraya tersenyum lega.
"Sekarang aku harus memikirkan cara lain agar bisa menghadang mereka mendapatkan Kane Collection yang berada di dalam labirin dewa-dewi ini. Dengan begitu aku bisa membawa Kane Collection yang tersimpan di sana dan menjaganya sesuai dengan perintah Kane Randolph."
Si manusia burung bergerak turun menuju arah hutan. Depan labirin sudah tidak terlihat lagi, baik si elang maupun Griffin yang semula terlihat mengerumuni bagian depan berusaha untuk menangkap Jackson dan Joanne. Kini hanya tersisa dirinya yang masih setia berusaha menangkap mereka bertiga dan mengambil kembali Kane Collection yang harus dijaganya.
Si manusia burung mengubah wujudnya menjadi manusia dan berdiri di tepi hutan yang letaknya berada di samping labirin dewa-dewi.
"Karena labirin ini adalah labirin ilusi tanpa batas, jadi aku tidak bisa tahu dimana ujungnya berakhir. Aku hanya bisa menunggu mereka di sini." Gumamnya seraya memperhatikan. Beruntung bagi dirinya yang memiliki kemampuan mendeteksi kehadiran seseorang lewat aura tubuh mereka, hal itu menguntungkan baginya karena bisa dengan mudah menganalisis dimana orang-orang yang diawasinya itu berada.
"Lebih baik aku beristirahat dulu, aku yakin mereka akan berada di dalam dengan waktu yang sangat lama. Apalagi mengingat labirin ini bukanlah labirin biasa yang bisa dengan mudah dipecahkan oleh manusia biasa seperti mereka. Aku bisa sedikit bersantai sekarang ini."
Si manusia burung mendongak menatap ke sekeliling. Perutnya terasa keroncongan akibat belum makan apa-apa sama sekali. Hal itu karena rencananya berubah dalam sekejap.
__ADS_1
...***...