Play To Win

Play To Win
Level 158 - Bayangan


__ADS_3

...***...


"Ini…" si manusia burung terdiam. Dirinya kini terjebak tanpa bisa keluar dari dalam sana.


Matanya mengedar berusaha mencari jalan untuk keluar, tapi setiap celah sudut jalan di ruangan yang kini di tempatinya telah hilang dan menyatu menjadi satu antara dinding yang satu dengan dinding yang lain.


"Apakah mungkin ini adalah jebakan dari labirin dewa-dewi yang selama ini di maksud?"



...*...


Jackson terus berjalan mencari keberadaan kedua rekannya yang masih tak kunjung ia temukan.


Jackson tak lelah terus berteriak menyerukan nama kedua tekannya, seraya terus melangkah; ia tak henti mencari di setiap jalan yang di laluinya.


Tanpa Jackson sadari, sejak tadi dinding di belakangnya terus bergerak; terus berganti posisi dan mengubah penampilan awalnya terus berganti.


Jackson terus melangkah hingga dirinya tiba di jalan bercabang. Ia berhenti di tengah-tengah untuk berpikir sejenak jalan mana yang harus ia pilih.

__ADS_1


"Kemana aku harus pergi?" Gumamnya pelan seraya menoleh ke kiri dan kanan secara bergantian. Di sisi itu, dinding yang berada jauh dari pandangannya terus bergerak.


Jackson terdiam dalam diam saat suara geseran dari dinding yang ada berhasil di tangkap pendengarannya.


"Suara apa itu tadi?" Lirihnya pelan. Jackson menoleh ke arah belakang untuk melihat apa yang terjadi. Ia di buat begitu terkejut saat berbalik dan mendapati dinding yang telah berubah posisi.


Jackson tersentak kaget. Ia membulatkan kedua matanya saat melihat apa yang kini berada tepat di hadapannya.


"A-apa yang terjadi? Kenapa semuanya berubah?" Jackson melangkah menghampiri dinding tadi dan berdiri tepat di depannya.


Tiba di sana, ia menoleh ke kiri dan kanan. Secara tiba-tiba ada jalan bercabang lain yang bahkan seingatnya tadi tidak ada sama sekali.


"Apa yang terjadi? Kenapa mendadak jalannya berubah?"


Jackson menoleh ke sekeliling untuk memastikan, kali ini dirinya benar-benar yakin kalau jalan yang tadi di tempuhnya bukanlah jalan yang sekarang dilihatnya.


"Benar-benar tidak beres," gumamnya pelan.


Jackson melangkah pergi dari sana secara perlahan untuk melanjutkan perjalanan dan berusaha tak menghiraukan apa yang baru saja dilihatnya.

__ADS_1


Semakin lama, Jackson semakin menyadari adanya ketidakberesan dengan tempatnya berada.


Jackson mulai mempercepat langkahnya berusaha untuk menjauh dari tempat yang tadi di tempuhnya. Tapi semakin ia bergerak menjauh, semakin sering pula ia mendengar suara dinding yang bergerak dan berpindah dari tempatnya berada.


...*...


"Tidak! Aku tidak boleh seperti ini!" Joanne mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya.


"Aku tidak boleh menyerah, aku harus berusaha menemukan jalan agar bisa keluar dari tempat ini dan menemui Smith serta Jackson." Joanne mengepalkan kedua tangannya erat. Ia beranjak dari tempat duduknya, matanya berubah dalam seketika memancarkan keyakinan yang luar biasa.


"Aku pasti bisa menemukan jalan yang benar agar aku bisa keluar dari dalam tempat ini!"


"Aku hanya tidak boleh menyerah dengan setiap keadaan yang sedang aku hadapi ini." Joanne menunduk menatap tangannya yang terkepal erat.


"Aku akan keluar." Lagi, ia merapatkan kalimat yang sama.


Perhatian Joanne tiba-tiba tersita saat secara tiba-tiba ekor matanya menangkap sosok bayangan yang melintas dari arah sisi kirinya.


Joanne menoleh ke arah dimana ia melihat bayangan tadi. "A-apa itu tadi?" Gumamnya pelan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2