
...***...
Waktu berlalu, tidak ada instruksi ataupun suara dari pria yang kemarin mereka dengar. Selama seharian, Joanne melakukan kegiatannya. Mencari makanan untuk mereka makan, sementara itu Jackson terbaring di tendanya guna memulihkan diri. Mereka tidak akan bisa pergi sebelum mereka menemukan Smith dan membawanya kembali.
Seharian ini juga selama mencari ide untuk menemukan Smith, Joanne berlatih dengan menggunakan pistolnya dan ia sudah mulai terbiasa menggunakan benda itu.
Malam tiba, dan mereka masih belum bisa menemukan Smith dan hilang entah kemana. Perjalanan mereka masih panjang, tapi terhambat karena Smith hilang dan Jackson sakit.
Ketika bintang dan bulan mulai bermunculan di langit malam, mereka berdua terduduk di depan api unggun dengan menikmati ikan bakar yang sama yang tadi pagi dan siang mereka makan. Semua itu hasil tangkapan Joanne dengan pistolnya.
"Ini." Joanne menyodorkan ikan bakarnya pada Jackson yang langsung menerima dan memakannya. Keduanya terdiam memandangi api unggun sembari menikmati ikan bakar.
"Kita harus mencari cara untuk bisa menemukan Smith." Kata Jackson memecah keheningan yang sejak tadi menyelimuti kebersamaan mereka.
"Tapi bagaimana? Kita bahkan tidak tahu kemana wanita itu membawanya pergi." Joanne menyahut, bagaimanapun juga ia sama cemasnya dengan Jackson.
__ADS_1
"Kita harus mencari ide."
"Aku akan membantu, tapi untuk sekarang lebih baik kau fokus pada kesehatanmu. Kau harus sembuh dulu, baru kita pikirkan caranya. Lagipula salahmu sendiri kenapa tidak segera kembali." Joanne melahap ikannya.
"Aku benar-benar cemas, maka dari itu aku duduk di sana dan berharap kalau dia kembali." Jelas Jackson.
"Sudahlah, setelah makan lebih baik kau langsung tidur. Kondisimu masih kurang baik."
"Baiklah." Sahut Jackson yang kemudian menyelesaikan makanannya.
Jackson terbangun tengah malam, kondisinya sudah mulai sedikit membaik. Pria itu bangun dari pembaringannya, melangkah keluar dari dalam tenda dan berjalan menuju arah sungai.
"Mungkin karena kondisi yang begitu dingin, aku jadi terbangun tengah malam dengan keadaan ingin buang air kecil seperti ini. Aku harap ini tidak berlanjut," gumamnya pelan seraya terus melangkah untuk buang air kecil.
__ADS_1
Sementara itu, Joanne yang tidak sengaja terbangun mendadak bangkit dari tempat duduknya saat melihat bayangan Jackson yang melangkah keluar dari dalam tendanya.
"Kemana dia akan pergi malam-malam begini?" Gumamnya sambil membuka pintu tendanya, melangkah keluar dan melihat ke arah tenda Jackson yang kini kosong. "Jangan-jangan dia pergi untuk mengecek?" Joanne merasa curiga, ia melangkah menyusuri sungai dan berjalan sebentar hingga menemukan Jackson yang sedang berjalan.
Pria itu dilihatnya mendadak berhenti dan berdiri terpaku ditempatnya.
"Kenapa dia berhenti?" Tuturnya menatap lekat Jackson dari arah belakang.
Jackson terdiam di tempatnya, matanya menatap ke arah sosok wanita yang sama yang sempat dilihatnya kemarin. Wanita itu tengah berendam di dalam sungai dengan rambut tergerai, mandi di bawah sinar cahaya bulan purnama yang begitu terang.
"Dia…" Jackson menatap sosok itu lekat, ia hendak menghampirinya untuk menanyakan keberadaan Smith tapi wanita itu lebih dulu menoleh dan beradu pandang dengannya. Wanita itu tersenyum, ia lalu melangkah menghampiri Jackson.
Di belakangnya Joanne membulatkan kedua matanya begitu melihat wanita tanpa busana melangkah menghampiri Jackson.
"A-apa-apaan wanita itu, benar-benar tidak tahu malu!" Pekiknya shock. Joanne benar-benar tidak habis pikir dengannya.
__ADS_1
...***...