
...***...
"Bukankah ini agak aneh? Kenapa dia hanya membawa 4 sedangkan dia tahu ada 7 Kane Collection di dalam sini," gumam Smith seraya terus melangkah bersama dengan kedua rekannya.
Joanne yang berada di tengah, mendadak berhenti ketika mereka melintasi lorong bercabang.
Smith tak menghiraukannya dan terus melangkah bersama Jackson. "Kalau di pikir-pikir memang aneh," sahut Jackson.
"Teman-teman." Joanne memanggil kedua rekannya.
Jackson dan Smith menoleh padanya yang berdiri di jalan bercabang yang baru saja mereka lewati.
"Ada apa?" Jackson menatap Joanne dengan raut wajah bingung, raut wajah gadis itu tampak aneh.
Jackson dan Smith beradu pandang sekilas sebelum kemudian melangkah menghampiri Joanne yang terdiam di tempatnya berada.
"Kenapa?" Tanya Smith begitu mereka tiba di dekatnya. Joanne masih tak menjawab.
__ADS_1
Gadis itu melangkah menuju lorong yang tadi di pandangnya, di belakangnya Jackson dan Smith mengikuti.
"Hey! Ada apa? Kenapa kau bersikap aneh?" Jackson menepuk pundaknya ketika tak ada jawaban sama sekali dari Joanne yang terus terdiam memandang ke sekeliling.
Kini mereka tiba di tempat seperti sebuah ruangan yang memiliki banyak lorong yang mengarah ke segala arah.
"Apakah kalian melihatnya?" Joanne mendongak menatap bergantian kedua rekannya.
"Maksudmu melihat apa?" Jackson menaikkan sebelah alisnya bingung, ia tidak mengerti dengan yang di maksud Joanne. Smith hanya diam dan memperhatikan gadis itu, pandangannya lalu beralih menatap sekeliling.
"Aku baru saja melihat bayangan hitam dari arah sini, tapi aku tidak tahu kemana bayangan itu pergi." Kat Joanne. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling lagi, berusaha mengecek bayangan hitam yang sempat dilihatnya.
"Jelas-jelas aku melihatnya sendiri, kenapa kalian tidak melihatnya? Bayangannya begitu jelas, seperti manusia. Dan pergerakannya juga begitu cepat." Joanne terus melangkah.
"Apakah kau melihatnya juga, Smith?" Jackson menoleh pada yang paling tua di antara mereka. Pria bertubuh kekar itu tengah berjongkok sambil memandangi ukiran yang terdapat di dinding ruangan yang mereka tempati.
"Aku juga tidak melihatnya," sahutnya tanpa menoleh.
__ADS_1
"Dengar? Dia saja bahkan tidak… Jo? Joanne?" Jackson menoleh, namun begitu beralih fokus; sosok Joanne sudah lebih dulu lenyap dari pandangannya.
"Joanne?" Jackson berteriak. Tidak ada jawaban sama sekali dari gadis yang sejak tadi bersamanya itu.
"Kemana dia pergi?" Jackson melangkah menghampiri lorong yang tadi dilalui Joanne. Tapi setelah mengecek, sosok Joanne tak ada di manapun.
"Smith, gawat! Joanne hil…ang— Smith?" Jackson tertegun begitu kembali dan mendapati satu rekannya yang lain telah hilang dari tempatnya.
Jackson semakin panik. Ia melangkah menghampiri tempat terakhir yang di tempati Smith dan berusaha mengeceknya.
"Smith? Joanne?" Teriaknya seraya bergerak ke sekeliling mencari keberadaan kedua rekannya yang mendadak hilang dari pandangannya.
"Kemana mereka? Kenapa mereka hilang?"
Jackson berlari ke segala arah, berusaha mencari kedua rekannya yang hilang entah kemana. Tapi setelah berulang kali mencari serta terus meneriakkan nama mereka berdua, Jackson tak kunjung menemukan keduanya dimana pun.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka bisa hilang?" Gumamnya pelan. Jackson berusaha menetralkan degup jantungnya. Ia berusaha tenang agar bisa memikirkan cara untuk menemukan kedua rekannya yang mendadak hilang.
...***...