
...***...
Jackson menganggukkan kepalanya, membenarkan ucapan Joanne mengenai apa yang dirasakan olehnya. Ia benar-benar menyesal keran sudah mengatakan kalau dirinya ingin berpisah dengan Charis padahal tidak sama sekali.
"Kalau apa yang terjadi padaku… itu semua diluar dari dugaanku. Saat itu, aku baru saja pulang dari restoran untuk menjemput sepupuku di sekolahnya. Tapi begitu aku tiba di sana dan hendak mengantarkannya pulang, secara tak terduga seseorang hendak menembakku. Tapi sepupuku Kay melindungi ku dan membuat dirinya yang tertembak hingga akhirnya membeku dan lenyap seperti yang kau ceritakan. Lalu ketika aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat, di saat itulah Davian datang dan memberikanku kesempatan untuk membantu Kay lagi dan membebaskannya. Aku dan Kay sudah dekat sejak awal. Kay sudah tidak memiliki siapa-siapa lain selain aku di dunia ini, begitu juga denganku yang hanya memilikinya seorang. Maka dari itu, aku bertekad untuk membebaskannya dan membawanya kembali." Jelas Smith menceritakan kejadiannya.
"Lalu, bagaimana dengan yang kau alami sendiri?" Tanya Jackson beralih fokus pada Joanne di sampingnya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padaku… semuanya itu berawal ketika aku pulang sekolah dan janjian untuk bertemu di depan gerbang dengan Neva. Tapi saat aku hendak menghampirinya, sosok itu muncul dan membekukannya hingga hilang seperti yang kalian alami. Ketika aku berpikir itu mimpi dan mulai menangis, berteriak dan mencari Neva ke segala arah… di saat itulah Davian datang dan membantuku, memberitahu kalau dia tahu dimana Neva berada. Neva adalah sahabatku sejak kecil, dan dia sudah banyak sekali membantuku serta menyelamatkan aku ketika aku berada dalam masa-masa sulit. Aku tidak mungkin tinggal diam saja ketika tahu dia di culik dan menjadi salah satu tumbal dari para penjahat itu." Joanne mengepalkan kedua tangannya erat, emosinya memuncak ketika ia ingat akan apa yang terjadi. Ia benar-benar marah pada mereka yang telah menculik Neva dan membawanya hingga kemari.
Atmosfer yang tercipta di antara mereka dalam seketika berubah melow, mereka jadi bisa merasakan apa yang satu sama lain rasakan dari sudut masing-masing.
"Kita datang dengan tujuan yang sama, mari berjanji untuk bekerjasama agar kita bisa kembali bersama dengan orang-orang yang kita sayangi." Jackson menggenggam erat pistol ditangannya, mengarahkan benda itu ke tengah-tengah mereka.
__ADS_1
"Tak peduli walaupun salah satu diantara kita gagal, selama masih ada yang bertahan dan menang; maka semua ini akan berakhir." Joanne teringat akan aturan main yang dibacanya. Tangannya bergerak mengarahkan pistol ditangannya itu ke arah pistol Jackson.
"Walaupun yang lain gugur, yang tersisa harus terus melanjutkan perjuangannya dan mengakhiri ini semua." Smith ikut bergabung, dengan bersatunya ketiga pistol mereka dalam satu arah yang sama yang menandakan satu tujuan yang sama, mereka berjanji untuk menghadapi semuanya bersama-sama tak peduli apapun resikonya dan tak peduli siapa yang nantinya akan menang dalam semua ini.
"Dengan janji ini, kita akan bekerja sama hingga titik darah penghabisan." Jackson menatap lurus ke depan. Joanne dan Smith mengangguk mantap mendengar ucapannya, setuju dengan kalimat Jackson tadi.
"Perjalanan kita baru saja dimulai, dan mulai malam ini; kita akan bekerjasama."
__ADS_1
...***...