
...***...
"Arghh!!!" Joanne terus berteriak sembari mengeratkan pegangannya pada ekor makhluk itu.
"Akh! Lepaskan ekorku!" Teriak makhluk itu yang tampak keberatan akan kejadian Joanne yang menarik ekornya dan mencengkramnya erat. Ia bahkan tampak sesekali hampir jatuh akibat menopang tubuh Joanne yang terasa berat baginya.
Makhluk itu menggerakkan ekornya, berharap Joanne melepaskan cengkramannya. Tapi bukannya lepas, Joanne justru malah mengeratkan pegangannya.
Makhluk itu mempercepat laju terbangnya, berharap Joanne ketakutan dan spontan melepas pegangannya. Namun yang terjadi justru kebalikannya.
Joanne berteriak kencang ketika makhluk itu memacu laju terbangnya, berbalik, kemudian terbang naik dan turun dengan kecepatan maksimal. Joanne tetap mencengkram ekornya.
Makhluk itu lalu membawa Joanne ke sebuah tempat yang letaknya amat tinggi di udara. Berada diantara hamparan awan yang berkumpul dan bergerak dari arah yang satu ke arah yang lain.
Joanne memejamkan kedua matanya dan terus berpegangan. Perlahan ia membuka kedua matanya ketika sadar makhluk itu mulai bergerak normal.
Joanne terperangah menatap apa yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Sebuah tempat, seperti pulau yang begitu besar dan indah; melayang di udara. Rasanya seperti melihat proyeksi asli dari tempat yang sering dilihatnya di permainan video game.
Joanne menatap pulau itu tak bersua, sementara si makhluk terus bergerak membawanya menghampiri pulau itu.
"T-tempat apa ini…" batin Joanne.
Makhluk itu terus melayang hingga tiba di pulau. Joanne tertunduk menatap ke sekeliling, ia mengerjap beberapa kali, setelah itu baru yakin kalau apa yang dilihatnya itu benar-benar nyata dan bukan ilusi.
Tempat yang kini dilewatinya itu nyata. Makhluk itu membawa Joanne hingga tiba di sebuah tempat yang tampak seperti kerajaan dengan bangunan yang tampak sangat amat tua.
Makhluk itu menjatuhkan Joanne dengan mengibaskan ekornya kencang ketika ia tengah lengah dan spontan melepaskan genggamannya.
BRUKKK!
"Arghh…" Joanne meringis. Ia berusaha untuk bangun dari posisinya.
Joanne terduduk sejenak, kemudian berdiri dengan sedikit tertatih.
Perhatian Joanne beralih saat ia mendapati tatapan pemburu dari makhluk di sekelilingnya.
__ADS_1
Joanne menatap ke arah makhluk yang membawanya ke sana. Makhluk itu mendarat di bangunan tua yang dilihatnya.
Tak lama Joanne mulai mendapati semua makhluk serupa mulai bergerak mendekat ke arahnya.
Joanne membatu melihat makhluk yang kini berada di sekelilingnya; mengepung dirinya dari segala arah.
Makhluk itu sangat aneh sekaligus menakutkan. Tubuhnya seperti singa dengan ekor khasnya, tapi ia memiliki sayap yang begitu besar, tubuhnya juga berbulu, namun di bagian kepalanya; ia memiliki paruh seperti burung. Atau simple-nya makhluk itu terlihat seperti gabungan antara burung dan singa.
Joanne menelan saliva-nya susah payah, ia tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya.
"G-griffin…" gumamnya dengan mata terbelalak.
"A-apa ini? Mereka semua nyata? Bukankah Griffin adalah makhluk mitologi yang bahkan keberadaannya saja tidak jelas ada atau tidaknya?" Batinnya.
"Kau sudah berani mengikutiku sampai kemari!" Teriak Griffin yang tadi membawanya ke sana.
Joanne masih diam terpaku di tempatnya sementara otaknya masih berusaha memproses setiap kejadian yang tengah dialami olehnya.
"Karena kau sudah berani datang kemari, sama artinya dengan kau mengantarkan nyawamu pada kami," ujar Griffin itu lagi.
__ADS_1
"Bagaimana ini? Aku harus apa?"
...***...