Play To Win

Play To Win
Level 115 - Teman lama


__ADS_3

...***...


"Kakek tua, lakukan sesuatu!" Teriak Jackson pada roh penjaga yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan.


"Tidak akan ada yang menolongmu!" Sahut si tikus tanah.


"Argh…" Jackson meringis.


"Rasakan itu!" Si tikus tanah semakin mengencangkan dorongannya.


"Ehem…" roh penjaga itu berdeham, ia menepuk pundak di tikus tanah perlahan membuat perhatian makhluk itu beralih padanya. "Bisakah kau hentikan ini dan lepaskan dia?" Ucap si kakek tua santai.


"K-kau…" si tikus tanah menatapnya terkejut, ia bergerak turun dari tubuh Jackson dan menatap si kakek tua itu dari atas sampai bawah. "Laurence…" ucapnya kegirangan dengan senyum terukir di wajahnya.



"Haha, ternyata kau masih ingat padaku." Si kakek tua terkekeh pelan.


Si tikus tanah bergerak ke arahnya dan memeluknya erat.

__ADS_1


"Lama tak jumpa, bagaimana kabarmu?" Tanya si tikus tanah.


"Aku baik, bagaimana denganmu Ra?"


"Seperti yang kau lihat, aku juga baik." Kata si tikus tanah yang di panggilnya Ra.


Jackson bangun dari posisinya, membersihkan tubuhnya sementara si kakek tua dan si tikus tanah saling melepas rindu.


Jackson mendelik ke arah keduanya, ia merasa geli sendiri melihat mereka berdua yang kini berpelukan.


"Omong-omong apa yang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau berada di tempat si hantu air? Apakah kau sudah bebas darinya?" Ra bertanya.


"Ya, aku sudah lepas darinya. Kane Collection yang aku jaga sudah mendapatkan pemilik baru, dan karena hantu air juga sudah kalah… maka aku pergi bersama tuan baru ku." Si kakek tua yang di sebutnya Laurence itu menoleh pada Jackson.


"Begitulah, kami bertemu secara tidak sengaja dan dia membawaku keluar dari istana si hantu air. Sekarang aku memiliki tugas untuk menjaga Kane Collection lain yang dia dapatkan."


"Tunggu… jadi maksudmu dia adalah pemburu Kane Collection seperti orang yang pernah berkunjung kemari?" Ra menatapnya tak percaya.


"Kau juga bertemu dengannya?" Laurence balik bertanya.

__ADS_1


"Iya, tentu."


"Tunggu, apa maksudmu dengan pemburu yang lain? Apakah kau juga pernah bertemu dengan orang lain selain aku dan teman-temanku sebelumnya?" Jackson menyela.


Ra menoleh ke arahnya. "Iya, waktu itu seorang pria dengan tubuh tegap dan tinggi, wajahnya tampan dan dia sangat terlihat gagah dengan pakaiannya." Jelas Ra.


"Dengar? Ra juga bertemu dengan orang yang aku temui." Kata Laurence sembari menoleh pada Jackson di sana.


"Jadi… ada yang pernah kemari juga?" Jackson bergumam pelan, otaknya masih berusaha mencerna setiap kalimat Ra.


"Tapi kalau dia sudah kemari, lalu kenapa dia tidak membawa apa-apa darimu?" Tanya Laurence ketika mengingat Kane Collection yang di jaga temannya itu justru baru saja di ambil Jackson.


"Bukan Kane Collection yang aku jaga yang dia ambil, melainkan Kane Collection yang di jaga Square yang di bawa olehnya. Saat itu dia sedang keluar untuk mencari makan, dan hanya ada Brown yang ada di rumah. Ketika ia kembali… Kane Collection yang di jaganya sudah hilang, dan Brown sudah ditemukan dalam keadaan mati akibat serangan." Jelas Ra.


"Lalu darimana kau tahu kalau yang menyerang Brown adalah seorang laki-laki?" Laurence menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Aku sempat melihatnya di hutan."


"Begitu rupanya…"

__ADS_1


"Siapa Brown dan Square?" Tanya Jackson.


...***...


__ADS_2