
...***...
"Sepertinya, ini adalah pohon yang di maksud," gumam Joanne pelan. Saat ini dirinya bersama dengan Jackson dan Smith berdiri di depan sebuah pohon super besar nan tinggi yang menjulang ke atas, bentuknya nyaris seperti sebuah gedung pencakar langit yang sangat besar dan tinggi dengan bagian bawah yang bolong bagaikan goa.
Ketiganya berdiri di depan pintu masuk yang gelap, kepala mereka mendongak menatap ke arah dimana puncaknya berada.
"Bukankah pohon ini begitu tinggi? Rasanya tidak wajar," kata Jackson. Joanne di sampingnya menelan ludah tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau ia berada di atas sana, kemudian terjatuh.
"Puncaknya sama sekali tidak bisa aku lihat dari sini," tutur Smith.
"Kalau aku terjatuh dari atas sana, mungkin aku akan langsung menjadi abu…" Joanne mendramatisir.
...____________________...
...• Lihat misi [✓]...
Misi baru telah menanti kalian, Kane Collection dengan penjaga yang kuat dan sulit untuk di kalahkan, black giant snake! Selamat kalian sudah berhasil menemukan tempat persembunyiannya.
Misi yang harus kalian selesaikan di level ini:
__ADS_1
Bunuh black giant snake
Ambil Kane Collection yang ada
Note: Hati-hati dengan tatapan matanya karena bisa membuat kalian menjadi batu, selain bisa mengubah musuh menjadi batu; ia juga bisa mengubah dirinya menjadi sekeras batu. Untuk bisa mengalahkannya, temukan ramuan yang tersembunyi dalam rumahnya.
∆ Clue: Diantara lubang kecil, di dalam sebuah labirin. Bersembunyi dalam kegelapan, dan tersimpan diantara sesuatu yang berharga. Untuk bisa menemukan yang kau cari, maka kau harus menemukan pintunya.
...____________________...
"Sudah aku duga akan ada cara untuk mengalahkannya." Jackson tersenyum simpul membaca tulisan yang muncul pada layar sistemnya.
"Tapi apa maksud dari clue-nya?" Joanne menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Untuk itu, kita cari tahu nanti. Lebih baik sekarang kita masuk dan cari si ular raksasa hitam itu! Kita selesaikan ini secepatnya, setelah itu kita lanjutkan perjalanan!" Jackson berapi-api.
"Baiklah." Smith menyahut, layar sistemnya hilang dari pandangan mereka. Sejurus kemudian mereka bertiga melangkah masuk ke dalam lubang besar yang seperti goa itu.
__ADS_1
...*...
Satu lagi, Kane Collection itu muncul di antara bagian rak kosong yang ada di hadapannya. Davian tersenyum tipis memandangnya.
"Tidak salah aku memilih mereka. Ternyata mereka memang kuat dan tangguh untuk menghadapi semua ini."
Davian mendongak menatap semua Kane Collection yang ada di dalam rak tinggi di hadapannya. "Setidaknya… selama mereka belum mencapai level itu…"
Perhatian Davian kini berganti ke arah dinding yang dihiasi dengan sebuah lukisan besar yang sangat lebar dan tingginya sampai nyaris menyentuh lantai.
Davian melangkah menghampiri lukisan tersebut dan berdiri tepat di depannya.
Tangannya yang berbalutkan sarung tangan putih itu kemudian dilepasnya. Tangannya terulur secara perlahan mengusap permukaaan lukisan yang tekstur kanvasnya benar-benar dapat di rasakan olehnya.
"Aku yakin… mereka pasti akan bisa bertahan hingga di tempat ini."
Davian menatap lukisannya lekat. Lukisan itu bergambarkan sebuah tempat dengan berbagai dinding rumit yang membentuk sebuah labirin yang begitu gelap dan hanya diterangi oleh cahaya remang-remang.
Begitu yang tergambar di dalam sana. "Aku tahu, mereka semua lebih kuat dari dugaan ku, dan mereka juga pastinya lebih mampu menghadapi semuanya di banding diriku," tuturnya pelan.
...***...
__ADS_1