Play To Win

Play To Win
Level 104 - Brukkk!!


__ADS_3

...***...


"Ternyata tempatnya tidak semenyeramkan yang aku bayangkan." Kata Joanne yang kini terus melangkah di samping kedua rekannya.


Dengan menggunakan kristal rusa tanduk cahaya, mereka kini berjalan mencari keberadaan Kane Collection yang mereka cari. Tapi sejauh mereka melangkah, yang mereka temukan hanyalah kegelapan yang tak ada ujungnya. Ruangan bagian bawah benar-benar kosong dan hanya di hiasi oleh kegelapan.


"Dimana tempat itu berada? Kenapa kita tidak bisa menemukannya sama sekali?" Joanne mulai lelah.


"Sepertinya yang kita cari bukan di sini." Smith tiba-tiba berucap, pria itu menghentikan langkahnya seraya mendongak menatap langit-langit di ruangan itu yang begitu jauh dari jangkauan mereka.


"Apa maksudmu?" Jackson menaikkan sebelah alisnya.


"Lihat!" Smith menunjuk ke atas, serentak kedua rekannya ikut mendongak menatap ke arah yang di tunjuk Smith.


Di bagian atas langit-langit yang mereka lihat, terdapat sebuah lubang besar yang menampakkan ruangan lain yang tak kalah gelapnya.


__ADS_1


"Lubang…" gumam Jackson.


"Aku rasa, dia ada di atas sana," ucap Smith. Joanne melangkah mendekat ke arah dimana lubang itu tepat berada di atasnya.


"Bagaimana kita bisa ke sana? Tempatnya saja bahkan setinggi itu," ucapnya.


"Kalian tenang saja, kita akan bisa naik ke atas sana." Jackson mengeluarkan kristal rusa tanduk cahaya dari dalam tubuhnya kemudian menggantinya dengan menggunakan kristal laba-laba.


"Dia benar," sahut Smith sambil menoleh ke arah Jackson.


"Ayo naik." Jackson merentangkan kedua tangannya. Joanne dan Smith mendekat, berpegangan pada pundaknya kemudian di tarik menuju ke atas sana oleh Jackson.


Tiba di atas sana, mereka kembali dihadapkan dengan kegelapan. Benar-benar tidak ada cahaya sama sekali yang mampu menembus masuk ke dalam sana, apalagi dalam keadaan tidak ada celah sama sekali.


"Makhluk itu masih tidak ada di sini," gumam Joanne yang sekarang berjalan bersama Jackson dan Smith. Kedua matanya mengedar menatap sekeliling, mencari keberadaan di ular hitam yang di sebutkan dalam misi.


Langkah Smith dan Jackson mendadak berhenti ketika mereka berdua merasa ada yang tidak beres dengan keadaan sekitar.

__ADS_1


"Apakah hanya perasaanku saja, atau kalian juga merasakan apa yang aku rasakan?" Tanya Jackson yang membatu di tempatnya. Joanne berhenti, gadis itu kemudian berbalik menatap kedua rekannya dengan arah berlawanan.


"Apa yang kau maksud?" Tanyanya tak mengerti. Jackson dan Smith sudah mengambil pistol masing-masing kemudian menggenggamnya erat.


"Ada yang mengawasi kita…" kata Smith yang terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dirinya dan Jackson merasa kalau ada yang diam-diam sedang memperhatikan setiap gerak-gerik mereka.


"Jo…" Jackson mendongak, menatap sesuatu yang menyatu dengan kegelapan. Sosok makhluk yang kini berdiri tepat di belakang rekannya itu.


"Apa?" Joanne menatapnya tak mengerti. Walaupun gelap, tapi Joanne dapat melihat dengan jelas wajah Jackson berkat cahaya dari tubuh Smith yang masih menggunakan kristal rusa tanduk cahaya di tubuhnya.


Smith menatap ke arah yang di pandangnya. "Di belakangmu…" kata Smith.


"Memangnya apa yang ada di belakangku—" Joanne berbalik, tapi belum sempat ia melihat dengan jelas sosok makhluk di belakangnya…


BRUKKK!!


...***...

__ADS_1


__ADS_2