
...***...
"Ayo kita akhiri semua ini sekarang juga." Jackson beranjak bangun diikuti Joanne dan Smith di sampingnya.
"Sudah cukup untuk mengulur waktu, aku tidak tidak tahan lagi untuk terus menunda perjalanan." Joanne mencengkeram erat pistolnya.
"Kalahkan dia, dan kita selesaikan urusan kita dengan semua penduduk di sini." Smith mengeluarkan pistolnya.
Jackson beradu pandang dengan kedua rekannya. "Kita serang dia bersamaan!" Ujar Jackson. Joanne dan Smith mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Kali ini aku akan benar-benar menghabisi kalian!!!" Harimau itu berlari menuju arah mereka dengan cakarnya yang keluar, matanya memerah dan taringnya memanjang.
Jackson, Joanne dan Smith mengangkat tangan mereka kemudian menembak si taring emas secara bersamaan tepat di bagian perutnya.
Harimau itu terpental jauh dan mereka terus menyerangnya hingga suara auman harimau itu mendominasi di langit malam. Ia berteriak kesakitan, tubuhnya mulai terasa hancur.
"ROARRR!!!!"
__ADS_1
Jackson dan kedua rekannya semakin gencar menyerangnya hingga tubuh harimau itu hancur dan berubah menjadi abu.
Suaranya mulai lenyap tak lagi terdengar, kepulan asap kembali terlihat dari arah tubuhnya yang telah berubah menjadi abu.
Bersamaan dengan lenyapnya si taring emas, kristal melayang di udara dengan sesuatu yang berkilauan di sana.
Jackson, Joanne dan Smith berusaha mengatur napas mereka yang masih tak beraturan.
Joanne tersenyum tipis melihat apa yang telah terjadi. "Akhirnya… kita berhasil…" gumam Joanne sembari memandangi kedua rekannya bergantian. Mereka berdua ikut tersenyum ketika misi mereka berhasil mereka selesaikan lagi.
Di sisi lain, Lulu yang sejak tadi bersembunyi di balik salah satu rumah; kemudian bergerak, berlari menuju tempat dimana para penduduk yang lain bersembunyi. Ia hendak memberitahukan apa yang dilihatnya.
...*...
Tidak ada beast seorangpun yang dilihatnya, hanya kepulan asap dan ketiga pengembara yang tengah berjalan gontai di sana. Sertakan bercak darah yang berasal dari tubuh beast yang telah di mangsa si taring emas.
Liontin dalam genggamannya itu jatuh di tanah, tubuhnya lemas dan air matanya jatuh.
"Apa yang telah aku lakukan…" Poo meratapi nasibnya.
__ADS_1
"Aku sudah membuat desa ini hancur dan membuat semua orang yang tinggal di sini menjadi mangsa dari si taring emas…" ia mulai menangis histeris di sana. Penyesalannya datang ketika ia sadar sudah membuat semua orang tak bersalah harus menanggung akibat dari obsesinya terhadap liontin itu.
"Lulu…" Poo meratapi nasibnya. Desanya hancur, para beast yang ada hilang menyisakan beberapa jasad saja, dan lagi… ia tidak melihat sahabatnya sama sekali.
"Poo!" Seseorang berteriak memanggilnya yang dalam sekejap menghentikan tangisnya, ia menoleh ke arah datangnya suara. Ia tersenyum simpul melihat dia.
...*...
"Kristal lagi…" Jackson meraih kristal harimau yang keluar dari intisari tubuh si taring emas yang telah lenyap menjadi abu.
Jackson meraihnya, kristal berwarna keemasan yang menyala begitu indah, kristal itu melayang di udara.
...____________________...
...Kristal taring emas...
Kristal yang berasal dari intisari tubuh harimau dengan julukan taring emas. Kristal ini mampu mengeluarkan cakar emas dari kedua tangan si penggunanya serta mampu membuat di penggunanya melihat dan mengunci target yang hendak dihadapinya ketika menyatu dengan jantung penggunanya.
...« Simpan di Crystal Collection »...
__ADS_1
...____________________...
...***...