
...***...
"Ini kesempatan kita! Cepat cari cara agar kita bisa lepas!" Jackson berucap pada kedua rekannya.
Joanne dan Smith berusaha membebaskan dirinya, terus meronta agar ikatan pada tangan mereka bisa lepas.
Mereka mengguncangkan tubuhnya berkali-kali, dan berhasil! Jackson berhasil melepaskan diri.
Jackson cepat-cepat bergerak membantu kedua rekannya; melepaskan ikatan pada pergelangan tangan mereka agar bisa bebas.
"Kita harus pergi dari sini!" Kata Jackson lagi setelah mereka berhasil bebas.
Ketiganya berkumpul di tengah. Kobaran api semakin besar akibat tiupan dari beast yang berlalu-lalang di sekitarnya, mereka jadi tidak bisa lewat sama sekali.
"Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa keluar!" Joanne panik. Panasnya semakin menyengat pada kulit mereka.
"Kita tidak bisa pergi, apinya terlalu besar." Jackson menutupi hidung dan mulutnya karena asap semakin tebal; membuatnya tidak bisa bernapas.
__ADS_1
"Aku sudah tidak kuat. Kalau kita terus di sini… uhuk… kita akan mati hangus terbakar." Joanne terbatuk.
Mereka berdua semakin kekurangan oksigen, dan mulai kesulitan untuk bernapas. Ditambah lagi panas semakin membuat mereka tersiksa.
Beda halnya dengan kedua rekannya, Smith justru merasakan hal yang berbeda. Ketika kobaran api itu semakin besar, tubuhnya semakin terasa dingin seolah berada di gurun salju yang di selimuti salju tebal.
"Aku harus membantu mereka keluar dari sini," pikir Smith yang mulai mencari cara agar bisa membantu kedua rekannya bebas. Ia mengedarkan pandangannya mencari cara untuk memadamkan api; sialnya tidak ada benda apapun di sekitar mereka yang mampu membuat api itu padam.
Apinya terus menjalar, bergerak menuju tiang di belakang mereka. Mereka bertiga spontan berbalik dan berusaha menghindar ketika tiang itu jatuh.
Ruang gerak mereka semakin sempit, dan kedua rekannya mulai kehilangan energi akibat api yang terlalu panas.
Smith tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Jantungnya entah kenapa mendadak terasa begitu sakit.
Smith membulatkan kedua matanya, ia memegangi dadanya. Rasanya benar-benar sakit seperti di bakar oleh bara api yang begitu panas.
Bulan malam semakin terlihat jelas, sinarnya mengarah pada Smith yang berada di bawah sana.
__ADS_1
Smith mendongakkan kepalanya menatap sinar purnama yang terang. Sakitnya semakin menjadi, dan bersamaan dengan itu pupil matanya mulai berubah.
Tangannya semakin terasa dingin, dan ia mulai bisa merasakan air keluar diantara sela-sela jari tangannya.
Jackson dan Joanne beralih menatap Smith yang kini tampak sedang berada dalam pengaruh kristal jiwa milik hantu air.
Smith merasakan jantungnya semakin sakit hingga ia tidak kuat lagi. Smith terduduk di lantai, sebelah tangannya meremas dadanya yang begitu sakit.
Ia mengenang keras, semakin ia tidak tahan dengan rasa sakitnya; Smith lalu berusaha melampiaskan rasa sakitnya.
Ia menghantam lantai berbahan kayu itu berkali-kali berharap rasa sakitnya hilang. Tapi semakin keras ia menghantamkan tangannya semakin banyak air keluar dari sela jarinya.
Semakin besar hingga membuat genangan air yang terus mengalir hingga membasahi tempat mereka berada, dan akhirnya kobaran api di sekitarnya padam.
Joanne dan Jackson menghampiri Smith yang kini tengah kesakitan. Keduanya masih berusaha mengatur nafasnya yang baru bisa kembali setelah oksigen segar di dapatnya dari air.
__ADS_1
...***...