Play To Win

Play To Win
Level 57 - Poo


__ADS_3

...***...


"Mereka benar-benar mengincar liontin yang aku temukan itu?" Pikir Joanne begitu melihat salah satu beast menggenggam liontin yang ditemukannya tersebut.


Joanne beralih pandang pada arah lain dan mendapati Jackson dan Smith yang kini berada dalam posisi yang sama dengannya. Kedua rekannya itu tak sadarkan diri, masih dengan kepala tertutup dan lengan terikat ke belakang.


"Jackson? Smith? Apa yang akan mereka lakukan pada kita?" Joanne beralih menatap beast dihadapannya, ia memberontak dan terus berusaha mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Sialnya, mulut yang disumpal; membuatnya tak bisa berbicara sepatah katapun.


"Sepertinya ada yang ingin kau sampaikan." Beast itu menarik tali yang mengikat mulutnya. Begitu tali itu lepas; Joanne langsung memuntahkan kain yang tergulung di dalam mulutnya ke arah beast di hadapannya. Membuat bulu beast itu penuh dengan air liurnya.


Beast itu mengelap wajahnya kasar dan menatapnya dengan tatapan tidak senang, ia kesal bukan main. Tapi berusaha menahan diri, apalagi sekarang ini banyak yang sedang menonton dirinya.


"Lepaskan aku dan teman-temanku! Apa yang akan kalian lakukan pada kami!" Teriak Joanne kesal, suara nyaringnya membuat beast itu harus memejamkan kedua matanya guna menahan suaranya yang memekakkan telinga.

__ADS_1


"Suaramu benar-benar nyaring seperti gorila lapar!" Kesal si beast yang menutupi kedua telinganya dengan tangan.


"G-gorila?" Joanne melongo mendengarnya, ia tidak bisa percaya dengan apa yang di dengarnya. Gorila, dia bilang? Oh, yang benar saja.


"Bisakah kau tenang dan hemat energimu? Percuma kau berteriak dan terus meronta. Semuanya sia-sia, karena kau pada akhirnya akan menjadi santapan utama untuk perjamuan malam ini."


Joanne membulatkan kedua manik matanya, ia shock dengan apa yang baru saja di dengarnya. "Santapan utama? Itu artinya mereka akan di bunuhku lalu di masak, kemudian dagingnya akan mereka nikmati? Tidak! Ini mimpi buruk!" Joanne memekik dalam inner-nya.



"Diam! Tutup mulutmu!" Kesal beast itu yang tidak tahan dengan suara melengking Joanne.


Gadis itu mulai panik, ia menoleh pada kedua rekannya di sisi kanannya.

__ADS_1


"Jackson! Smith! Bangun! Ayolah bangun, kita harus pergi dari sini! Jackson! Smith!" Teriak Joanne pada kedua rekannya yang bahkan tak bisa mendengar suaranya karena masih berada di alam bawah sadar mereka, keduanya masih berada dalam keadaan pingsan akibat pukulan yang luar biasa dari beast tadi.


BRUKK!!!


Mendadak atensinya beralih pada arah pintu di salah satu rumah kayu yang terletak di sisi kirinya. Seorang beast berjenis kelamin betina keluar dari dalam sana dalam keadaan terjatuh di lantai. Tangannya gemetar sementara wajahnya tampak pucat, di pipi dan baju yang ia kenakan; Joanne melihat percikan darah yang masih tampak segar.


Joanne terdiam dalam seketika, wajahnya mulai berubah biru. Beast yang sejak tadi berdiri di hadapannya itu lalu mendekat dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Lihatlah dia, dia adalah Poo. Salah satu beast yang sudah melakukan kesalahan. Nanti, kau akan berakhir sama seperti dirinya…" beast itu menampakkan seringai menakutkan di wajahnya. Joanne melirik ke arahnya lewat ekor matanya dengan tubuh yang masih membatu.


Beast yang dilihatnya itu berdiri tertatih, tapi kakinya yang gemetar membuatnya jatuh hingga akhirnya membuatnya harus merangkak untuk bisa lari.


...***...

__ADS_1


__ADS_2