
...***...
"Aku memang cantik…" gumamnya lagi seraya menatap pantulan dirinya lewat air yang mengalir di sungai tempatnya berada saat ini.
Fokus perhatiannya mendadak beralih ketika ia mendengar jeritan dari arah desa.
Poo menoleh ke arah dimana ia datang, di sana ia melihat kepulan asap dan teriakan serta suara auman dari harimau yang terdengar begitu jelas menghiasi malam yang seharusnya begitu tenang.
"Apa yang terjadi…" gumamnya pelan.
Ia beranjak bangun dari tempatnya, "Lulu…" gumamnya pelan sembari melangkah menuju arah desa, bergegas ia berlari pergi dari sana untuk memastikan keadaan sahabatnya baik-baik saja.
...*...
"Kau baik-baik saja?" Joanne menatap Smith cemas.
"Ayo bawa dia turun," ujar Jackson berusaha membantunya untuk bangun.
__ADS_1
Mereka bertiga turun dari atas sana dan bergerak menuju tepi untuk mendudukkan Smith yang masih dalam keadaan kesakitan.
Rasa sakitnya lenyap bersamaan dengan sinar bulan yang tertutupi oleh awan malam yang bergerak.
"KYAAA!!!" Teriakan beast kembali menyita perhatian mereka.
Semua orang masih berlarian pergi dari sana. "Semuanya pergi ke persembunyian!" Teriak si garang mengarahkan, semua beast yang ada kembali berlarian menuju arah ruang persembunyian.
Sementara itu di taring emas sudah bergerak, beralih fokus pada beast lain.
Lulu yang berbalik hendak berlari berhasil di tangkapnya, membuat beast itu tersungkur jauh dan terperangkap diantara cakarnya yang tajam.
"Tolong! Tolong aku!" Teriaknya, namun tak ada seorang pun yang mendengar suaranya.
"Iya, ayo!" Joanne mengangguk. Keduanya mengeluarkan pistol mereka menembak si taring emas berulang kali hingga fokusnya terpecah. Si taring emas beralih pada mereka berdua.
"Kalian lagi! Kali ini aku tidak akan membiarkan kalian mengganggu pesta santapanku malam ini!" Harimau itu beranjak menghampiri mereka, melepaskan Lulu dari cengkeramannya.
"Lari!" Teriak Joanne pada Lulu, beast itu mengangguk dan cepat pergi dari sana.
__ADS_1
Jackson dan Joanne menembak makhluk itu berulang kali. "Kita pergi dari sini!" Ujar Jackson pada Joanne. Mereka berjongkok membantu Smith berdiri. Ketiganya berusaha melarikan diri dari sana. Jackson dan Joanne sesekali terus menyerang harimau itu, dan menghentikan langkahnya.
Smith merasakan dadanya kembali terasa sakit, dan ia kembali berubah saat bulan menyinari tubuhnya. Matanya kembali seperti sebelumnya.
Joanne yang melihat itu spontan terkejut, ia tanpa sadar menjatuhkan tubuh Smith hingga tersungkur di tanah.
"Apa yang kau lakukan?!" Ucap Jackson dengan raut wajah kesal. Ulah Joanne membuat langkah mereka tertahan.
Jackson berusaha mengangkat tubuh besar pria itu seorang diri, sialnya terlalu berat.
Harimau di belakangnya semakin dekat ke arah mereka, tangannya sudah bergerak hendak mencakar mereka dan melahapnya sebagai santapan.
Joanne membatu ditempatnya, suaranya tertahan saking takutnya. Beda halnya dengan Jackson yang terus sibuk membantu Smith bangun.
Smith menoleh dengan matanya yang kini telah berubah, sebelah tangannya mendorong tubuh Jackson hingga pria itu tersungkur di tanah.
Jackson terbelalak, Smith kini berbalik. Mengarahkan tangannya ke arah kucing besar itu dan dalam satu kali gerakan tangannya, dengan gestur mendorong; tubuh harimau itu terpental jauh akibat air yang keluar dari telapak tangan Smith.
Joanne dan Jackson melongo melihatnya. Harimau itu berhasil Smith kalahkan padahal tanpa menyentuhnya sama sekali.
__ADS_1
"Apa itu tadi…" Joanne tak bisa berkata-kata.
...***...