Play To Win

Play To Win
Level 120 - Seperti sediakala


__ADS_3

...***...


"Dia masih bisa di selamatkan." Ra berjalan menghampiri Jackson dan Joanne. Ucapannya membuat keduanya spontan menoleh ke arah Ra.


"Benarkah?" Joanne menatapnya berbinar.


"Bagaimana caranya?" Jackson merasa memiliki harapan.


"Untuk bisa mengubah kembali tubuh temanmu seperti semula, maka tubuhnya yang menjadi batu harus di rendam dalam darah si ular raksasa hitam di bawah sinar bulan purnama." Jelas Square si tupai raksasa yang tak lain adalah teman dari Ra. Semenjak Ra menceritakan mengenai Jackson dan teman-temannya serta menjelaskan bahwa mereka itu baik, Square jadi bersikap ramah terhadap mereka.


"Itu artinya… kita harus menunggu hingga bulan tiba?" Joanne mengusap tubuh Smith yang membantu.


"Kalian tidak perlu mencemaskan hal lain, lagipula bulan purnama di sini tidak pernah hilang." Tutur Laurence yang sejak tadi keluar dan memperkenalkan dirinya pada Joanne.


"Apa yang dia katakan benar," ujar Jackson.


"Lalu bagaimana kami bisa mengubahnya? Adakah cara khusus untuk merendam tubuhnya dalam darah si ular hitam?" Tanya Joanne.


"Itu mudah, kami bisa membantu kalian berdua. Sekarang ayo, kita siapkan tempatnya lebih dulu dan kita peras sampai kering darah si ular hitam itu!" Ra beranjak pergi dari sana dengan di temani oleh Square di belakangnya.


__ADS_1


...*...


Waktu berlalu, matahari sudah berganti peran dengan bulan yang kini bersinar terang benderang di langit malam.


Jackson, Joanne bersama dengan yang lainnya tengah berdiam diri di lubang masuk pohon. Di hadapan mereka Smith yang telah menjadi batu, mereka rendam dalam sebuah bak berisi darah dari si ular raksasa hitam yang telah mereka bunuh.


"Apakah kalian yakin ini akan berhasil?" Tanya Joanne yang merasa sedikit ragu.


"Ini berhasil, tenang saja." Ra menyakinkan.


Bulan bersinar, perlahan cahayanya bergerak turun menembus dedaunan di pohon yang kemudian menyorot tepat ke arah Smith yang membantu.


Smith terlihat mulai bisa bergerak hingga akhirnya benar-benar seperti sediakala.


Jackson dan Joanne tersenyum simpul, keduanya berlari menghampiri Smith.


"Smith!" Panggil keduanya. Pria yang di panggilnya itu menoleh spontan lalu tersenyum.


"Teman-teman…"


Joanne dan Jackson memeluknya. "Aku senang kau bisa kembali seperti semula," ujar Joanne.

__ADS_1


"Aku juga lega karena kita masih tetap bisa bersama," kata Jackson yang tak kalah senangnya dengan Joanne.


Smith hanya diam mengulum senyum, ia juga merasakan hal yang sama apalagi semenjak ia berubah menjadi batu.


Smith sempat berpikir sebelum ia berubah menjadi batu, mungkin ia tidak akan bisa kembali seperti semula dan gugur dalam level ini. Tapi ternyata di luar dugaannya, Jackson dan Joanne berusaha keras untuk menyelamatkannya serta mengubahnya kembali seperti semula.


Mereka melerai pelukan masing-masing, beradu pandang seraya tersenyum bahagia.


"Terima kasih karena sudah berusaha mengubahku seperti sediakala." Smith tersenyum.


"Kami tidak akan berjuang tanpa dirimu." Kata Jackson.


"Walaupun kita sudah berjanji, tapi tetap saja; kami akan terus berusaha untuk mengembalikanmu seperti semula." Joanne menimpali.


"Terima kasih."


"Hey! Kalian pasti lapar, ayo kita masuk dan makan malam bersama!" Teriak Ra yang dalam sekejap membuat fokus ketiganya beralih pada si tikus tanah yang baru saja berteriak.


"Kami akan segera ke sana." Sahut Jackson balas berteriak padanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2