Play To Win

Play To Win
Level 140 - Bergerak


__ADS_3

...***...


"Aku harus menemukan tempat si peri menyembunyikan Kane Collection yang di jaganya." Smith mengintip ke arah luar lewat celah pintu kamar yang di tempatinya.


Smith berencana mencari Kane Collection yang di jaga si peri, setelah itu secepatnya pergi dari tempat si peri agar dirinya bisa mencari kedua rekannya yang menghilang.


"Tidak ada siapa-siapa di dalam, tampaknya aman." Pikirnya.


Smith membuka pintu perlahan, kepalanya sedikit keluar untuk memastikan situasi benar-benar aman.


"Bagus, tidak ada siapa-siapa."


Smith melangkah keluar dari dalam kamar, berjalan mengelilingi istana si peri guna mencari Kane Collection yang harus ia dapatkan.



...*...


Pria itu berjalan menyusuri koridor hingga dirinya berpapasan dengan seorang pelayan kepercayaan si putri.


"Pangeran…" gumam si pelayan yang tampak terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Je, apakah putri Rou ada di dalam?" Tanyanya.

__ADS_1


"Ah… ya, tentu. Beliau ada, sedang menikmati hidangan kecil di taman samping. Biar saya antarkan anda padanya." Je bersiap untuk mengantarkannya.


"Tidak perlu repot-repot, aku bisa pergi sendiri. Lagipula aku tahu tempatnya." Tahan pria itu yang langsung melangkah pergi meninggalkan Je.


Pria itu melangkah menuju tempat dimana pujaan hatinya berada. Sekali lagi, ia berjalan menyusuri koridor yang cukup sepi. Tidak ada terlalu banyak orang yang berlalu di sepanjang koridor, hanya ada beberapa pelayan dan pengawal wanita yang sesekali dilihatnya melintas.


Pria itu mendadak menghentikan langkah kakinya ketika secara tidak sengaja matanya menangkap siluet seorang pria yang berjalan di pertigaan koridor yang dilewatinya.


"Aku merasa melihat seorang pria," gumamnya pelan. Pria itu kemudian melangkah menghampiri tempat dimana ia melihat siluetnya.


Ia terus berjalan hingga menemukan Smith yang berjalan mengendap-endap mencari tempat yang dicarinya.


Pria itu mengikuti dari arah belakang secara diam-diam, terus memperhatikan Smith dengan gerak-gerik mencurigakannya.


"Aku tidak bisa membiarkannya mencuri di sini."


"Kita lihat, apa yang dia incar."


Pria itu terus mengikuti Smith yang terus berjalan mencari tempat yang dicari.


...*...


"Cukup! Aku muak terus menunggu. Aku akan menyusun strategi agar bisa mengambil Kane Collection yang dijaganya!" Tukas Jackson yang mulai lelah.

__ADS_1


"Lagipula siapa yang menyuruhmu menunggu? Bukankah kau sendiri yang memutuskan untuk menunggu?" Kata Laurence.


Jackson berjalan mengendap-endap menuju arah si elang yang masih sibuk mengurusi anak-anaknya di sarang yang ada di dalam goa.


Jackson bersembunyi di balik batu besar yang ada. "Apakah kau sudah memiliki rencana?" Tanya Laurence.


"Aku sedang memikirkannya." Sahut Jackson yang kemudian terdiam berusaha menyusun rencana.


Jackson menatap ke sekeliling, mengamati setiap situasi agar dirinya bisa bertindak tanpa membuat kesalahan sedikitpun.


"Aku akan bergerak mengendap-endap mencari Kane Collection yang dia jaga, setelah itu aku akan membawanya tanpa menarik perhatian si elang." Tutur Jackson memaparkan rencananya.


"Oke, itu yang kita lakukan sejak tadi."


Jackson bergerak mengendap-endap secara perlahan, mencari Kane Collection yang di jaga si elang agar bisa dibawanya.


"Sepertinya lebih baik aku kembali, kalau bersamamu… si elang akan menyadari keberadaanmu." Kata Laurence.


"Ya, kembalilah." Sahut Jackson padanya.


Jackson berjalan cepat menuju arah sarangnya, bersembunyi di sana dan berjalan perlahan-lahan dengan merapatkan tubuhnya pada sarang si burung elang.


"Aku harap dia tidak melihatku…" pikirnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2